Pencarian

Pemprov Sulteng Gelontorkan Rp10,3 Miliar untuk Internet 150 Desa, Sigi dan Tojo Una-Una Dapat Jatah Lebih Banyak

Selasa, 25 Agustus 2026 • 15:06:01 WIB
Pemprov Sulteng Gelontorkan Rp10,3 Miliar untuk Internet 150 Desa, Sigi dan Tojo Una-Una Dapat Jatah Lebih Banyak
Gubernur Sulawesi Tengah mengalokasikan Rp10,3 miliar untuk program internet 150 desa di wilayahnya.

PALU — Kabupaten Sigi dan Tojo Una-Una menjadi prioritas utama dalam program internet desa Berani Berdering yang digagas Gubernur Sulawesi Tengah. Kedua daerah itu masing-masing mendapat alokasi untuk 15 desa, lebih banyak dibanding kabupaten lain yang hanya 12 desa.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Sulteng Wahyu Agus Pratama mengatakan, total anggaran yang disiapkan mencapai Rp10,3 miliar untuk 150 desa sasaran.

Rincian Anggaran: Rp40 Juta untuk Perangkat Keras

Setiap desa penerima manfaat mendapatkan dana sebesar Rp69 juta. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp40 juta dialokasikan untuk pengadaan peralatan seperti fiber optik.

Sisanya digunakan untuk pembelian jaringan satelit serta penguatan kapasitas sumber daya manusia pengelola. "Total ada 150 desa yang kita fokuskan, di mana setiap desa menerima anggaran sebesar Rp69 juta untuk menjalankan program Berani Berdering," kata Agus di Kota Palu, Selasa.

Mengapa Sigi dan Tojo Una-Una Lebih Banyak?

Kebijakan ini diambil karena dua kabupaten tersebut baru saja keluar dari status daerah tertinggal. Kondisi geografis yang sulit juga menjadi pertimbangan utama.

Masih banyak desa terpencil di Sigi dan Tojo Una-Una yang membutuhkan dukungan infrastruktur, tidak hanya internet tetapi juga sektor penunjang lainnya. Pemerataan akses digital dinilai menjadi pintu masuk pembangunan di wilayah terpencil.

Desa Toro Jadi Contoh Sukses Sejak 2024

Program ini sebenarnya sudah berjalan di beberapa titik. Salah satunya di Desa Toro, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi yang mulai beroperasi sejak 2024.

Menariknya, implementasi di desa tersebut melibatkan organisasi dari luar negeri. "Jadi, di sana ada dibentuk kelompok komunitas informasi masyarakat yang mengolah terkait dengan jaringan internet," ujar Agus.

Manfaat Langsung untuk Sekolah dan Puskesmas

Kehadiran internet di desa diharapkan memperlancar layanan publik. Proses belajar mengajar di sekolah, layanan puskesmas, hingga operasional kantor desa menjadi sasaran utama.

Kantor-kantor layanan publik lain di pelosok juga akan merasakan dampaknya. Program ini merupakan jawaban atas keluhan warga yang selama ini kesulitan mengakses jaringan di daerah terpencil.

Jadwal implementasi tahap awal menunggu dukungan anggaran perubahan APBD Provinsi Sulteng. Jika sesuai rencana, 150 desa sasaran mulai menerima bantuan pada Oktober 2026.

Follow prosulteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sulteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks