Pencarian

Kampus Untad Palu Luncurkan Gerakan Berani Magaya untuk Bantu Eliminasi Tuberkulosis di Sulteng

Senin, 24 Agustus 2026 • 14:10:31 WIB
Kampus Untad Palu Luncurkan Gerakan Berani Magaya untuk Bantu Eliminasi Tuberkulosis di Sulteng
Rektor Untad Prof Amar meresmikan Gerakan Berani Magaya di Kota Palu, Senin, sebagai komitmen kampus mendukung eliminasi tuberkulosis di Sulawesi Tengah.

PALU — Universitas Tadulako (Untad) resmi menggelar Program Gerakan Berani Magaya sebagai langkah konkret perguruan tinggi dalam membantu pemerintah menekan angka tuberkulosis (TB) di Sulawesi Tengah. Program kolaborasi lintas kampus ini diumumkan Rektor Untad, Prof Amar, di Kota Palu pada Senin, dan akan melibatkan ribuan mahasiswa dalam pengabdian masyarakat.

PALU — Universitas Tadulako (Untad) menggencarkan Program Gerakan Berani Magaya, sebuah inisiatif kolaborasi antarperguruan tinggi untuk memperkuat peran kampus dalam penanggulangan tuberkulosis (TB) di Sulawesi Tengah. Langkah ini diresmikan langsung oleh Rektor Untad, Prof Amar, di Kota Palu, Senin, sebagai wujud komitmen kampus dalam mendukung target pemerintah mewujudkan Indonesia bebas TB.

"Gerakan Berani Magaya merupakan bagian dari komitmen kami mewujudkan Indonesia sehat dan bebas dari penyakit TB," kata Prof Amar di Kota Palu, Senin.

KKN Berdampak dan Peran Fakultas Kesehatan Masyarakat

Prof Amar menjelaskan, akronim Berani Magaya sendiri merupakan singkatan dari Berantas Infeksi TB, Mahasiswa Jaga dan Sayang Keluarga. Dalam implementasinya di Untad, program ini akan diperkuat oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat melalui berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat, termasuk kuliah kerja nyata (KKN) tematik.

"Universitas Tadulako terus menjaga komitmennya dalam mendukung berbagai program pemerintah baik pusat maupun daerah sebagai wujud Kampus Berdampak," ujar dia.

Sinergi dengan Program Berani Sehat Milik Pemprov Sulteng

Gerakan ini tidak berjalan sendiri. Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan bahwa upaya eliminasi TB sejalan dengan program unggulan daerah, yakni Berani Sehat. Kebijakan tersebut memberikan jaminan layanan kesehatan gratis bagi seluruh masyarakat yang mengantongi E-KTP Sulteng.

"Kesehatan menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian serius dari pemerintah provinsi melalui program Berani Sehat," kata gubernur.

Anwar Hafid menyebut Berani Sehat merupakan salah satu dari sembilan program prioritas Pemprov Sulteng yang menempatkan aspek kesehatan masyarakat di Bumi Tadulako sebagai fokus utama. "Harapannya, melalui program Berani Sehat tidak ada lagi masyarakat yang tidak dilayani saat sakit, tak terkecuali penyakit TB," kata dia.

Mengapa Kolaborasi Kampus dan Pemda Penting?

Keterlibatan perguruan tinggi dalam program ini dinilai strategis. Selain memperluas jangkauan edukasi kesehatan hingga ke tingkat keluarga, mahasiswa yang terjun ke lapangan melalui KKN dapat menjadi agen deteksi dini dan pendamping pasien TB di komunitas. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat penurunan kasus TB di Sulteng, yang selama ini masih menjadi salah satu penyakit menular dengan beban cukup tinggi di Indonesia Timur.

Follow prosulteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sulteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks