Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mendata rumah sakit daerah (RSUD) yang membutuhkan perbaikan untuk diprioritaskan dalam program revitalisasi pada 2027. Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus menargetkan 150 rumah sakit dengan kondisi paling rusak akan dibangun lebih dulu pada tahap awal. Pendataan ini penting agar pelaksanaan revitalisasi tepat sasaran dan menjangkau fasilitas kesehatan yang paling membutuhkan penanganan segera.
PALU — Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus meminta Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk mengidentifikasi RSUD yang kondisinya membutuhkan penanganan segera. Pernyataan itu disampaikan dalam kunjungan kerjanya di Palu, Sabtu.
"Kalau ada rumah sakit yang perlu perbaikan, akan kita lakukan pembangunan," kata Benjamin di Palu, Sabtu.
Kemenkes berencana merevitalisasi 441 RSUD secara bertahap pada 2027, 2028, dan 2029. Dari jumlah tersebut, sekitar 150 rumah sakit dengan kondisi paling rusak akan menjadi prioritas pada tahap pertama.
Yang Tidak Layak, 150 Pertama Dibangun Tahun Depan
Benjamin menegaskan pendataan menjadi kunci utama untuk menentukan rumah sakit mana yang paling mendesak untuk diperbaiki. Ia meminta pemerintah daerah tidak hanya mendata RSUD, tetapi juga puskesmas yang sudah rusak atau tidak layak digunakan.
"Yang tidak layak, 150 pertama, kalau bisa dibangun tahun depan. Kita membutuhkan data, mana yang paling membutuhkan untuk segera diperbaiki tahun depan," ujarnya.
66 Rumah Sakit Baru Dibangun, 22 Di Antaranya Telah Rampung
Selain revitalisasi, pemerintah juga tengah mengejar target pembangunan rumah sakit baru di kabupaten yang sebelumnya belum memiliki fasilitas tersebut. Sebanyak 66 rumah sakit baru dibangun di 66 kabupaten di seluruh Indonesia.
Dari jumlah itu, 22 rumah sakit telah selesai dibangun, 20 ditargetkan rampung pada 2026, dan 24 lainnya menyusul pada 2027. Dengan begitu, pemerintah menargetkan seluruh kabupaten di Indonesia telah memiliki rumah sakit pada 2027.
Untuk Sulawesi Tengah, Kabupaten Banggai Kepulauan menjadi salah satu daerah yang mendapatkan manfaat dari program pembangunan rumah sakit baru tersebut.
Konsep Modern dengan Alur Pelayanan Terintegrasi
Pembangunan dan revitalisasi rumah sakit tidak sekadar memperbaiki bangunan fisik. Benjamin menyebut konsep yang dipakai adalah rumah sakit modern dengan alur pelayanan terintegrasi, mulai dari unit gawat darurat (UGD), poliklinik, hingga layanan penunjang lainnya.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas fasilitas kesehatan harus berjalan beriringan dengan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) dan peralatan medis yang memadai. Hal ini diperlukan agar kualitas pelayanan kesehatan semakin merata di seluruh Indonesia.
"SDM-nya bagus, alat-alat makin bagus. Ini semua adalah yang dikerjakan oleh pemerintahan untuk memberikan layanan di mana-mana yang sama bagusnya," kata Benjamin.