SULAWESI TENGAH —
Daftar Harga Emas Pegadaian Hari Ini
Berdasarkan pantauan di laman resmi Pegadaian pada pukul 11.32 WIB, harga emas Antam berada di level Rp 2.685.000 per gram. Angka ini turun signifikan dari posisi Selasa kemarin yang mencapai Rp 2.736.000 per gram, atau terkoreksi Rp 51 ribu dalam sehari.
Emas produksi UBS juga melemah. Logam mulia bermerek UBS ini dipatok di harga Rp 2.717.000 per gram, turun Rp 30 ribu dari posisi sebelumnya Rp 2.747.000 per gram. Sementara itu, emas Galeri24 menjadi pilihan dengan harga paling rendah di antara ketiganya, yakni Rp 2.645.000 per gram, menyusut Rp 31 ribu dari harga kemarin.
Di Pegadaian, masyarakat bisa memilih berbagai ukuran emas batangan sesuai kebutuhan. Untuk Galeri24, ukuran yang tersedia mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram. Adapun emas UBS tersedia dari 0,5 gram sampai 500 gram, sementara emas Antam dijual hingga ukuran 100 gram. Perlu dicatat, harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan pasar dan kebijakan yang berlaku.
Faktor Pemicu Pelemahan Harga Emas
Koreksi harga emas di dalam negeri tak lepas dari tekanan yang dialami emas dunia pada perdagangan Selasa (18/8/2026) waktu setempat. Harga emas di pasar spot tercatat turun 0,5 persen ke posisi US$ 4.393,11 per ons. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember juga ikut susut 0,6 persen menjadi US$ 4.448.
Tekanan utama datang dari melonjaknya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat yang mencapai level tertinggi dalam beberapa dekade. Kenaikan yield ini membuat aset emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga menjadi kurang menarik bagi investor.
Selain itu, harga energi yang terus menguat menjadi beban tambahan. Memanasnya ketegangan antara AS dan Iran mendorong harga minyak mentah bertahan di zona positif untuk sesi ketiga berturut-turut. Kondisi ini memperkuat kekhawatiran inflasi dan meningkatkan ekspektasi bahwa suku bunga perlu dipertahankan lebih tinggi.
"Peningkatan kecuraman kurva imbal hasil menjadi hambatan bagi emas. Sementara itu, harga minyak yang lebih kuat juga menjadi faktor penyebab pelemahan hari ini," ujar Vice President and Senior Metals Strategist Zaner Metals, Peter Grant.
Prospek Emas ke Depan
Meski tengah terkoreksi, sejumlah analis masih melihat potensi penguatan emas dalam jangka menengah. Peter Grant menilai penurunan saat ini bersifat sementara dan pasar mungkin perlu melalui fase konsolidasi sebelum minat beli kembali muncul.
"Meskipun terjadi penurunan sementara saat ini, kami tetap optimistis terhadap emas dan melihat adanya potensi kenaikan lebih lanjut," tambahnya.
Analis Bank of America dalam risetnya menyebutkan bahwa aktivitas pembelian investor saat ini lebih selaras dengan tingkat harga mendekati US$ 4.000 per ons dibandingkan US$ 5.000 per ons. Angka US$ 4.000 tersebut berkaitan dengan pertumbuhan permintaan investasi sebesar 21 persen secara tahunan.
"Oleh karena itu, pembelian oleh investor kemungkinan perlu meningkat agar harga emas dapat bergerak menuju level US$ 5.000 per ons," demikian tertulis dalam riset Bank of America.
Para pelaku pasar kini menantikan risalah rapat kebijakan terbaru Federal Reserve yang dijadwalkan rilis pada Rabu waktu setempat. Data tersebut akan menjadi petunjuk penting mengenai arah kebijakan suku bunga ke depan, yang turut menentukan pergerakan harga emas global dan domestik.