MOROWALI — Nursery PT IMIP bukan sekadar tempat pembibitan. Fasilitas ini dikembangkan menjadi pusat konservasi yang mengumpulkan benih dari berbagai tanaman lokal dan endemik yang tumbuh di seluruh kawasan perusahaan.
Sejak awal 2026, program bank benih berjalan penuh. Setiap benih yang terkumpul diproses, dikeringkan, dikemas, dan disimpan sebagai cadangan untuk kebutuhan perbanyakan tanaman di masa mendatang.
Kemandirian Pengelolaan dan Target 80.000 Bibit per Tahun
Nursery Staff Environmental Department PT IMIP, Rian Hakim, mengatakan program ini dirancang untuk memutus ketergantungan pasokan benih dari luar kawasan industri.
"Melalui program ini diharapkan kebutuhan benih dapat dipenuhi secara mandiri sehingga mengurangi ketergantungan pada sumber dari luar. Ini juga bentuk upaya PT IMIP dalam menjaga konservasi keanekaragaman hayati lokal," ucap Rian, Sabtu (18/08/2026).
Dalam setahun, nursery mampu memproduksi lebih dari 80.000 bibit. Jenisnya beragam, mulai dari vegetasi hijau peneduh, tanaman penghias, hingga pohon mangrove yang berfungsi sebagai blue carbon sink alias penyerap karbon dioksida.
Distribusi Bibit: Dari Lingkar Kawasan hingga ke Masyarakat
Ribuan bibit yang sudah siap tanam tidak hanya menghiasi ruang terbuka hijau (RTH) internal. Penyebarannya dilakukan lewat tiga metode sekaligus.
Pertama, penanaman langsung di sepanjang jalur transportasi lingkar kawasan dan ratusan titik taman jalan. Kedua, pendistribusian kepada seluruh tenant untuk ditanam di area RTH perusahaan masing-masing.
Metode ketiga menjangkau masyarakat di luar pagar pabrik. Warga cukup mengirimkan surat permohonan ke instansi Pemerintah Daerah setempat untuk mendapatkan bibit.
"Untuk penyaluran ke luar kawasan atau masyarakat, prosesnya dilakukan sangat mudah, masyarakat cukup bersurat kepada instansi Pemerintah Daerah. Ini hanya sebagai administrasi saja untuk nanti kita mendata tanaman jenis apa saja dan ke mana bibit tersebut disalurkan keluar," jelas Rian.
Hentikan Polybag Plastik, Produksi Pestisida Nabati Sendiri
Ke depan, nursery menargetkan penghentian total penggunaan polybag plastik sekali pakai. Sebagai gantinya, IMIP beralih ke polipot yang bisa digunakan berulang kali.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mengurangi timbulan sampah plastik serta penerapan prinsip keberlanjutan di lingkungan industri.
Kemandirian operasional juga diperluas ke produksi sarana pengendalian hama dan penyakit. Insektisida serta herbisida nabati dibuat dari bahan-bahan herbal yang diolah langsung oleh tim internal.
"Dengan langkah ini, Nursery PT IMIP diharapkan tidak hanya menjadi pusat produksi tanaman, tetapi juga menjadi pusat konservasi, inovasi, dan pengelolaan sumber daya hayati yang berkelanjutan," tandasnya.