SULAWESI TENGAH — Presiden ke-5 RI yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan ini secara khusus menyisipkan momen mengheningkan cipta dalam jalannya upacara untuk mendoakan warga Flores dan sekitarnya. Megawati meminta seluruh peserta upacara yang hadir di Sekolah Partai PDIP untuk memanjatkan doa bagi keselamatan dan kekuatan para penyintas bencana.
"Seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai, marilah kita mengucapkan doa bersama terutama untuk yang namanya daerah Nusa Tenggara Timur terutama Flores," ujar Megawati sebelum memimpin mengheningkan cipta di lokasi, Senin (17/8).
Duka Cita untuk 53 Korban Jiwa di Lima Kabupaten
Dalam amanatnya, Megawati menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana yang melanda wilayah NTT. Ia mengajak seluruh kader partai untuk menaruh empati terhadap keluarga yang ditinggalkan korban jiwa akibat gempa berkekuatan signifikan yang terjadi pada Sabtu (15/8) lalu.
"Saya secara khusus tadi kita telah berdoa bagi warga Flores, NTT dan berduka cita yang sedalam-dalamnya pada korban yang menjadi akibat gempa bumi yang sangat luar biasa," kata Megawati dalam amanatnya.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total 53 orang meninggal dunia akibat gempa tersebut. Rincian korban jiwa tersebar di sejumlah kabupaten: Kabupaten Manggarai Barat satu jiwa, Manggarai Timur 20 jiwa, Manggarai 25 jiwa, Nagekeo satu jiwa, Sikka empat jiwa, dan Ende dua jiwa. Selain itu, 135 orang dilaporkan mengalami luka-luka.
Ribuan Warga Mengungsi dan Kerusakan Bangunan
Guncangan gempa tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga merusak sejumlah bangunan dan memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka. Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari memaparkan laporan lengkap dampak bencana dalam konferensi pers pada Minggu (16/8).
"Total kami mencatat 53 jiwa meninggal dunia dengan rincian, Kabupaten Manggarai Barat, satu jiwa. Kabupaten Manggarai Timur 20 jiwa, Kabupaten Manggarai: 25 jiwa, Nagekeo 1 jiwa, Sikka 4 jiwa, Ende 2 jiwa," ucap Abdul Muhari.
Absen dari Istana, Megawati Pilih Rayakan di Sekolah Partai
Keputusan Megawati untuk memimpin upacara di Sekolah Partai PDIP menandai absennya ia dari upacara kemerdekaan yang digelar di Istana Negara. Kehadirannya di Jakarta Selatan tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus pusat hingga kader partai dari berbagai daerah.
Momen upacara di Sekolah Partai ini menjadi salah satu agenda politik partai di tengah peringatan kemerdekaan. Megawati menggunakan kesempatan tersebut untuk menyampaikan arahan serta menjaga soliditas kader, sekaligus menujukkan kepedulian partai terhadap isu kebencanaan nasional.