Pencarian

Google Resmi Rilis Kacamata AI Perdana Musim Gugur Ini, Dukung iPhone dan Android

Rabu, 20 Mei 2026 • 04:44:01 WIB
Google Resmi Rilis Kacamata AI Perdana Musim Gugur Ini, Dukung iPhone dan Android
Google resmi meluncurkan kacamata AI tanpa layar dengan dukungan iPhone dan Android musim gugur ini.

SULAWESI TENGAH — Kacamata ini merupakan hasil kolaborasi Google dengan Samsung serta dua merek eyewear ternama, Gentle Monster dan Warby Parker. Perangkat berjalan di atas platform Android XR, sistem operasi khusus yang dirancang untuk kacamata pintar dan headset AR/VR. Tidak seperti Google Glass yang sempat gagal satu dekade lalu, produk anyar ini tidak menampilkan informasi di depan mata pengguna.

Kamera, Speaker, dan Gemini sebagai Otak Utama

Kacamata ini dibekali kamera, speaker, dan mikrofon. Semua fitur dijalankan oleh asisten AI Gemini yang bisa diaktifkan dengan perintah suara "Hey Google" atau mengetuk sisi bingkai. Google mendemonstrasikan beberapa kemampuan Gemini yang terintegrasi penuh:

  • Memberikan informasi tentang objek yang dilihat pengguna—ulasan restoran terdekat, nama formasi awan, atau arti rambu parkir yang membingungkan.
  • Navigasi visual dengan petunjuk arah belokan demi belokan, plus kemampuan menambahkan perhentian atau mencari restoran berdasarkan preferensi.
  • Mengelola panggilan, mengirim teks, dan merangkum pesan.
  • Memotret dan merekam video, lalu mengeditnya dengan mesin AI Nano Banana milik Google.
  • Menerjemahkan ucapan dan tulisan secara real-time.
  • Menyelesaikan tugas multi-langkah seperti memesan kopi lewat DoorDash.
  • Mengontrol aplikasi di ponsel yang terhubung lewat perintah suara.

Yang menarik, kacamata ini kompatibel dengan iPhone—bukan hanya ponsel Android. Ini strategi yang jarang dilakukan Google untuk perangkat kerasnya, sekaligus memberi tekanan pada Apple yang disebut sedang mengembangkan produk serupa namun belum siap hingga 2027.

Mengapa Google Memilih Jalur Tanpa Layar

Keputusan menghilangkan layar dari lensa bukanlah kebetulan. Google sebelumnya sudah merasakan kegagalan Google Glass yang dianggap terlalu mencolok dan mengganggu privasi. Dengan mengandalkan suara dan kamera saja, perangkat ini bisa tampil lebih seperti kacamata biasa—sesuatu yang selama ini menjadi hambatan adopsi massal perangkat wearable. Google juga membuka peluang bagi pengguna untuk memilih dari "koleksi penuh" desain yang disiapkan Gentle Monster dan Warby Parker saat peluncuran nanti.

Dampak bagi Pasar Wearable Global dan Indonesia

Peluncuran ini berpotensi mengubah lanskap perangkat pintar yang bisa dikenakan. Selama ini, kategori "smart glasses" didominasi produk AR berat seperti Meta Ray-Ban Stories yang masih terbatas fungsinya. Dengan dukungan Gemini dan integrasi Android XR, Google menawarkan pengalaman AI yang lebih dalam tanpa harus mengorbankan kenyamanan. Bagi pengguna Indonesia, dukungan bahasa dan layanan lokal seperti Gojek atau Grab belum disebut dalam pengumuman ini, tetapi dukungan iPhone membuka akses lebih luas dibanding produk sebelumnya.

Rencana Masa Depan: Kacamata dengan Layar

Google tidak berhenti di sini. Perusahaan mengonfirmasi sedang mengembangkan "display glasses" yang akan menampilkan informasi dari Gemini langsung di lensa. Namun, produk tersebut baru akan hadir setelah kacamata tanpa layar ini beredar lebih dulu. Strategi bertahap ini mirip pendekatan Apple terhadap Vision Pro—merilis versi dasar lebih dulu untuk membangun ekosistem, baru kemudian menghadirkan fitur yang lebih ambisius.

Bagikan
Sumber: macrumors.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks