Pencarian

IP2MM Palu Desak Evaluasi Aktivitas Industri Usai Banjir Besar Rendam Desa Sambalagi Morowali

Minggu, 10 Mei 2026 • 13:09:18 WIB
IP2MM Palu Desak Evaluasi Aktivitas Industri Usai Banjir Besar Rendam Desa Sambalagi Morowali
Warga Desa Sambalagi terdampak banjir besar yang melanda Morowali pada 8 Mei 2026.

MOROWALI — Peristiwa banjir yang melanda Desa Sambalagi, Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali, pada Jumat (8/5/2026) dianggap sebagai alarm keras atas kondisi lingkungan yang kian rentan. Bencana ini memicu keresahan warga karena skala banjir kali ini dinilai jauh lebih besar dibandingkan kejadian-kejadian pada tahun sebelumnya.

Ketua Umum Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Morowali (IP2MM) Kota Palu, Ikhtiar, menyatakan bahwa banjir tersebut tidak boleh dipandang sebagai bencana alam musiman semata. Menurutnya, ada pertanyaan mendasar mengenai sejauh mana aktivitas perusahaan dan eksploitasi sumber daya alam berkontribusi terhadap penurunan daya dukung lingkungan di wilayah tersebut.

Menyoal Komitmen Kawasan Industri Hijau di Morowali

Kondisi di lapangan saat ini memicu keraguan publik terhadap realisasi pembangunan kawasan Indonesia Green Industrial Park (IGIP). Proyek yang mendapat dukungan Pemerintah Provinsi pada 4 Agustus 2025 tersebut awalnya digadang-gadang akan bertransformasi menjadi kawasan industri hijau yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

"Narasi pembangunan hijau tersebut tentu menjadi harapan besar bagi masyarakat bahwa kehadiran industri tidak akan merusak ekosistem. Namun, banjir yang kini terjadi justru menimbulkan keresahan dan tanda tanya mengenai sejauh mana komitmen terhadap konsep industri hijau benar-benar dijalankan," ujar Ikhtiar pada Minggu (10/5/2026).

Ia menekankan bahwa keseimbangan ekologi tidak boleh dikorbankan demi kemajuan ekonomi. Masyarakat setempat menilai kejadian banjir dengan intensitas seperti ini jarang, bahkan tidak pernah terjadi sebelumnya, sebelum masifnya perubahan bentang alam di sekitar pemukiman mereka.

Desakan Transparansi Dokumen Lingkungan dan Tata Kelola Lahan

IP2MM mendesak pemerintah daerah bersama perusahaan terkait untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh. Ikhtiar menegaskan bahwa bencana ini tidak bisa hanya dikambinghitamkan pada faktor curah hujan tinggi tanpa melihat perubahan penggunaan lahan di kawasan industri.

"Transparansi terhadap dokumen lingkungan, pengawasan tata kelola lahan, serta pemulihan ekosistem harus menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak terus berulang," tegas Ikhtiar. Ia menambahkan bahwa perusahaan memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk menjamin keselamatan warga di sekitar area operasional.

Pembangunan yang dibanggakan sebagai simbol kemajuan daerah diharapkan tidak berbalik menjadi ancaman bagi kehidupan warga kecil. Ikhtiar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih kritis dan peduli terhadap perlindungan ekologi agar pembangunan tetap berjalan beriringan dengan kelestarian alam.

BPBD Morowali Belum Memberikan Keterangan Resmi

Hingga berita ini ditayangkan, pihak otoritas terkait belum memberikan rincian mengenai total kerugian materiil maupun jumlah warga yang terdampak langsung oleh luapan air di Desa Sambalagi. Penanganan darurat di lokasi dilaporkan masih terus dipantau oleh pihak desa dan relawan setempat.

Kepala Bidang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Morowali, H. Gunawan, saat dikonfirmasi mengenai perkembangan situasi dan langkah mitigasi di Sambalagi, belum memberikan jawaban resmi terkait bencana tersebut.

Bagikan
Sumber: dteksinews.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks