Pencarian

Wagub Sulteng Renny Lamadjido Pastikan Kelanjutan Kawasan Pangan Nusantara 200 Hektare di Donggala

Minggu, 10 Mei 2026 • 11:07:01 WIB
Wagub Sulteng Renny Lamadjido Pastikan Kelanjutan Kawasan Pangan Nusantara 200 Hektare di Donggala
Wakil Gubernur Sulteng Renny Lamadjido meninjau kawasan pangan seluas 200 hektare di Donggala.

PALU — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memutuskan untuk menghidupkan kembali proyek Kawasan Pangan Nusantara (KPN) di Desa Talaga, Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala. Keputusan strategis ini diambil setelah rapat terbatas yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sulteng guna mengoptimalkan lahan potensial di wilayah tersebut.

Wakil Gubernur Sulteng dr. Renny Lamadjido bergerak cepat meninjau kondisi objektif di lapangan untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan kondisi terkini lahan. Kunjungan ini menjadi langkah awal penyusunan peta jalan baru agar pengelolaan kawasan tidak lagi terhenti seperti periode sebelumnya.

Pemetaan Lahan 200 Hektare dan Potensi Hortikultura

Di lokasi, Renny menyisir area proyek yang terbagi dalam dua zona utama. Blok 1 mencakup lahan seluas 20 hektare, sementara Blok 2 memiliki luas mencapai 180 hektare yang sebelumnya telah melalui proses pembersihan lahan atau land clearing.

"KPN ini sangat luar biasa. Lahannya subur dan tanaman masyarakat juga tumbuh baik. Sayang sekali kalau tidak dikelola secara maksimal," kata Renny Lamadjido saat berada di lokasi.

Renny menilai kawasan ini memiliki daya saing tinggi karena tidak hanya mengandalkan sektor pertanian murni. Posisi lahan yang berdampingan dengan potensi wisata danau dan laut memungkinkan pengembangan konsep pertanian-perkebunan terintegrasi yang lebih modern di masa depan.

Pembentukan Tim Percepatan dan Mitigasi Lapangan

Sebagai langkah konkret tindak lanjut arahan Gubernur, Pemprov Sulteng segera membentuk dua tim khusus untuk mengawal proyek ini. Tim pertama bertugas pada percepatan pembangunan, sedangkan tim kedua fokus pada mitigasi sosial dan lingkungan guna mencegah kendala teknis di lapangan.

Langkah ini diambil karena Wagub mengakui pengelolaan KPN selama ini belum berjalan optimal. Kehadiran tim mitigasi diharapkan mampu menjembatani kebutuhan masyarakat lokal dengan target swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah daerah secara berkelanjutan.

“Saya datang memastikan kondisi objektif di lapangan. Gubernur juga telah mendengar langsung gambaran umum kawasan ini dari Pak Ridha Saleh dan memutuskan program ini dilanjutkan,” ujarnya.

Evaluasi Kemitraan dan Kelanjutan Program Manunggal

M. Ridha Saleh, mantan Tenaga Ahli Gubernur Sulteng yang mendampingi kunjungan tersebut, menjelaskan bahwa KPN sebelumnya sempat aktif melalui kemitraan antara TNI dan petani. Program manunggal tersebut bahkan telah membuktikan produktivitas lahan di Desa Talaga melalui beberapa kali siklus panen.

"Kalau tidak salah pernah empat kali panen jagung, termasuk menanam berbagai komoditas seperti kacang dan cabai. Namun sekarang aktivitas itu berhenti," jelas Ridha Saleh.

Meskipun aktivitas skala besar sempat terhenti, sejumlah petani lokal terpantau masih memanfaatkan sebagian areal untuk tanaman hortikultura secara mandiri. Respons positif warga terhadap rencana kelanjutan program ini menjadi modal penting bagi Pemprov Sulteng untuk segera menggulirkan kembali ekosistem pertanian di kawasan penyangga pangan tersebut.

Bagikan
Sumber: wartasulawesi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks