MOROWALI — Tim eksternal perusahaan bergerak melakukan pembersihan material tanah yang sempat menutupi area pantai tak lama setelah kejadian. Penataan ulang lereng menjadi prioritas utama untuk memastikan stabilitas tanah yang jenuh air tidak kembali bergeser ke arah laut.
Eksternal PT RUJ, Amrin, menjelaskan bahwa penanganan dilakukan secara bertahap mulai dari pembersihan sisa longsor hingga pembentukan teras berundak. Strategi ini diklaim efektif meminimalisir risiko pergerakan tanah di kawasan lingkar industri tersebut.
Metode Berundak untuk Memperkuat Struktur Lereng Pesisir
“Material yang turun di pesisir sudah kami bersihkan. Selanjutnya ditata dengan metode terasering supaya lebih tertata dan meminimalisasi pergerakan material,” ujar Amrin yang akrab disapa Ical, Minggu (09/05/2026).
Penataan ini mengubah kemiringan lereng yang semula curam menjadi beberapa tingkatan datar. Pola tersebut berfungsi memecah energi aliran air hujan sehingga tanah tidak mudah tergerus dan jatuh ke area pesisir di bawahnya.
Langkah ini juga menjadi respons cepat perusahaan terhadap kondisi tanah yang jenuh air akibat cuaca ekstrem. Mitigasi dilakukan segera guna memastikan material tidak mencemari ekosistem laut di sekitar Desa Unsongi.
Rencana Pemasangan Batu Penahan di Titik Rawan Erosi
Selain pembenahan struktur tanah, pihak manajemen tengah menyiapkan penguatan permanen pada titik-titik yang dinilai memiliki kerawanan tinggi. Penggunaan material batu akan menjadi benteng tambahan guna menghadapi anomali cuaca di Morowali.
“Ke depan kami akan menambah penahan material berupa batu sebagai penguat di area pesisir,” kata Ical menambahkan.
Proses pemulihan lingkungan di kawasan pesisir ini dilaporkan hampir rampung sepenuhnya. Meski sempat terkendala cuaca buruk selama pengerjaan, perusahaan memastikan penanganan tetap berjalan untuk menjaga stabilitas wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP).
Langkah penanganan cepat ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keamanan aktivitas di sekitar mes sekaligus melindungi stabilitas lingkungan pesisir dari dampak operasional maupun faktor alam.