SULAWESI TENGAH — Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika menargetkan 145.000 penonton pada MotoGP 2026 yang digelar 9-11 Oktober mendatang. Panitia menyatakan persiapan ajang balap kelas dunia itu sudah mencapai 80 persen dan tinggal masuk tahap eksekusi di lintasan.
Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Troy Reza Warokka, menyebut seluruh persiapan secara umum sudah berada di tahap akhir. Dengan waktu kurang lebih tiga minggu menuju balapan, ia memastikan tinggal pelaksanaan di lapangan.
"Persiapan MotoGP sudah 80 persen. Kita tinggal menghitung hari, kurang lebih tiga minggu lagi. Secara keseluruhan sudah siap, tinggal eksekusi," ujar Troy Reza Warokka.
Mandalika Grand Prix Association (MGPA) merilis data per 12 September 2026 yang menunjukkan sejumlah fasilitas pendukung terus dibenahi. Pekerjaan mencakup pembaruan penanda tepi lintasan, marka, serta area run-off di sepanjang sirkuit.
Sistem kamera CCTV di seluruh lintasan juga diperbarui guna menopang aspek keamanan selama balapan berlangsung. Pembenahan ini dilakukan untuk memastikan gelaran MotoGP berjalan aman dan lancar.
Persiapan tidak berhenti di dalam kawasan sirkuit. MGPA menggandeng Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk menyiapkan infrastruktur pendukung, terutama akomodasi dan transportasi bagi penonton maupun pihak yang terlibat.
Sebanyak 2.500 volunteer direkrut untuk menopang operasional selama acara. Panitia turut menyiapkan pengaturan jalur dan pengamanan mobilitas penonton yang ditargetkan menembus 145.000 orang.
Data ITDC 2022-2024 yang ditampilkan dalam infografis memperlihatkan jumlah penonton MotoGP Mandalika terus bertambah. Pada 2022 tercatat 102.801 orang, lalu naik tipis menjadi 102.929 orang pada 2023.
Angka itu melonjak menjadi 121.252 penonton pada 2024. Setahun berselang, jumlah penonton kembali meningkat hingga 140.324 orang pada 2025.
Kenaikan jumlah penonton berbanding lurus dengan dampak ekonomi nasional. Nilainya tercatat Rp4,5 triliun pada 2022, Rp4,3 triliun pada 2023, Rp4,8 triliun pada 2024, dan Rp4,9 triliun pada 2025.
Dengan tren tersebut, MotoGP Mandalika bukan sekadar agenda olahraga internasional. Ajang ini turut menggerakkan pariwisata, akomodasi, transportasi, serta usaha masyarakat di sekitar kawasan.
Menjelang pelaksanaan pada Oktober mendatang, berbagai persiapan terus dilakukan agar seluruh fasilitas, infrastruktur pendukung, keamanan, dan pelayanan penonton berada dalam kondisi siap digunakan.