SULAWESI TENGAH — Setiap pilihan warna dibalut tekstur material yang diklaim eksklusif dan ergonomis saat digenggam. Opsi warna ini melengkapi siluet modul kamera melingkar khas Zeiss yang tampak lebih kokoh dan menyatu simetris dengan panel belakang.
Vivo menyebut keempat warna tersebut dibalut material khusus yang memancarkan kesan mewah. Modul kamera melingkar khas Zeiss menjadi elemen desain utama di panel belakang.
Rumor soal dapur pacu X500 Pro Max kian menguat. Perangkat ini berpotensi menjadi salah satu ponsel pertama yang membawa MediaTek Dimensity 9600 terbaru.
Vivo bahkan menyebut lini Pro X500 sebagai perangkat pertama yang menjalankan chip Dimensity 2 nm. Chipset berbasis fabrikasi tingkat lanjut ini digadang-gadang menawarkan efisiensi daya lebih baik sekaligus kemampuan pemrosesan AI yang melompati generasi sebelumnya.
Daya tarik utama X500 Pro Max tetap bertumpu pada konfigurasi kameranya. Lensa utama ponsel ini mengusung sensor custom hasil kolaborasi dengan Sony yang sanggup menghasilkan dynamic range hingga 17EV.
Rentang dinamis seluas itu menjamin detail pencahayaan tetap terjaga, baik di area highlight yang terang maupun shadow yang pekat.
Kemampuan zooming X500 Pro Max berada di level berbeda. Vivo menyematkan kamera telefoto periskop beresolusi 200MP, sensor yang sama presisinya dengan milik Vivo X300 Ultra.
Integrasi algoritma citra Zeiss T* coating pada sensor besar ini diprediksi menetapkan standar baru dalam fotografi jarak jauh tanpa mengorbankan ketajaman gambar.
Detail harga dan ketersediaan global Vivo X500 Pro Max belum diumumkan. Vivo menyebut seluruh informasi tersebut akan terungkap penuh dalam acara resminya dalam beberapa hari mendatang.
Dengan perpaduan estetika visual, performa chipset mutakhir, serta spesifikasi kamera kelas profesional, Vivo X500 Pro Max diprediksi menjadi pesaing tangguh di segmen ponsel flagship tahun ini.