SULAWESI TENGAH — Harga emas Antam hari ini masih mengacu pada perdagangan terakhir dengan selisih atau spread antara harga jual dan harga buyback yang mencapai Rp147.000 per gram. Kondisi ini menunjukkan pasar emas domestik tengah menunggu katalis baru, baik dari pergerakan harga emas global maupun permintaan fisik di dalam negeri.
Berdasarkan data yang dirilis Logam Mulia, berikut rincian harga emas Antam untuk seluruh pecahan yang tersedia sebelum dikenakan pajak:
Harga untuk pecahan yang lebih besar, seperti 10 gram hingga 1.000 gram, umumnya mengikuti pola kenaikan proporsional dari harga dasar per gram tersebut. Namun, investor biasanya lebih melirik pecahan 1 gram hingga 5 gram untuk pembelian ritel.
Selisih Rp147.000 per gram antara harga jual dan harga buyback merupakan hal yang wajar di pasar emas batangan domestik. Selisih ini mencakup biaya produksi, margin, dan administrasi yang dibebankan oleh Antam.
Bagi investor, angka ini penting karena menjadi patokan potensi keuntungan riil saat menjual kembali emas. Jika harga pasar naik lebih dari Rp147.000 per gram, investor baru mulai mencatat keuntungan dari selisih harga tersebut.
Stagnasi harga hari ini tidak mengubah status emas sebagai aset lindung nilai. Masyarakat yang ingin berinvestasi emas batangan tetap disarankan untuk memantau pergerakan harga global, karena pergerakan emas Antam biasanya mengikuti tren emas dunia dengan jeda waktu tertentu.
Adapun untuk pembelian, Antam menyediakan mekanisme pemesanan melalui butik Logam Mulia maupun platform daring resmi. Calon pembeli perlu memperhatikan bahwa harga yang tertera belum termasuk pajak pertambahan nilai (PPN) yang dikenakan sesuai ketentuan yang berlaku.