PALU — Pertumbuhan itu tercatat naik 6,97 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada semester I 2025, realisasi investasi Sulteng berada di angka Rp64,22 triliun.
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyampaikan capaian tersebut di Palu, Kamis (3/9). Menurutnya, dominasi penanaman modal asing (PMA) masih sangat kuat.
"Realisasi investasi semester pertama tahun 2026 mencapai Rp68,70 triliun atau 73,17 persen dari target tahunan sebesar Rp93,89 triliun," kata Anwar Hafid.
Dari total realisasi tersebut, Penanaman Modal Asing mendominasi dengan nilai Rp64,73 triliun atau 94,23 persen. Sisanya, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp3,96 triliun.
Di tingkat nasional, posisi Sulteng berada di bawah DKI Jakarta yang mencatat realisasi Rp173,6 triliun, Jawa Barat Rp138,1 triliun, dan Jawa Timur Rp72,7 triliun. Posisi kelima ditempati Banten dengan nilai Rp66,3 triliun.
Capaian investasi itu berjalan seirama dengan pertumbuhan ekonomi daerah. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Sulawesi Tengah pada triwulan II 2026 tumbuh 5,06 persen secara tahunan (year on year).
Kepala BPS Sulteng Daryanto menjelaskan, secara triwulanan (q-to-q) ekonomi daerah ini tumbuh 2,93 persen dibandingkan triwulan I 2026. "Jika kita melihat secara triwulanan, ekonomi Sulawesi Tengah tumbuh sebesar 2,93 persen dibandingkan dengan triwulan I 2026," jelasnya.
Secara kumulatif, perekonomian Sulawesi Tengah pada semester I 2026 tumbuh 6,64 persen dibandingkan periode yang sama di 2025. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp119.514,68 miliar.
Struktur ekonomi masih ditopang tiga sektor utama. Industri pengolahan mendominasi dengan kontribusi 44,37 persen, disusul pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 15,60 persen.
Sektor pertambangan dan penggalian menyumbang 13,79 persen. Ketiga lapangan usaha tersebut secara kumulatif menopang 73,75 persen dari total perekonomian Sulawesi Tengah.