PALU — Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo resmi menunjuk AKBP Putu Hendra Binangkari sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sulawesi Tengah. Surat Telegram Nomor ST/1879/VIII/KEP./2026 tertanggal 30 Agustus 2026 memutuskan perwira kelahiran Palu itu kembali bertugas di tanah kelahirannya. Sebelumnya, AKBP Putu mengemban tugas sebagai Wakapolresta Bandung Polda Jawa Barat.
Dalam surat telegram yang ditandatangani Karobinkar Brigjen Pol Hendra Wirawan, AKBP Putu menggantikan Kombes Pol Suratno. Kombes Suratno mendapat penugasan baru sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Pidter Bareskrim Polri dalam rangka mengikuti Pendidikan Pengembangan Tinggi (Dikbangti) Tahun Anggaran 2026.
Putu Hendra Binangkari lahir di Palu, Sulawesi Tengah, 5 Juli 1983. Kariernya di kepolisian dimulai dari sejumlah jabatan di Maluku dan Sulawesi Tengah. Ia pernah menjabat KBO Reskrim Polres Maluku Tengah, Kapolsek Piru Polres Seram Bagian Barat, serta Kapolsek Banda Neira Polres Maluku Tengah.
Setelah itu, ia bertugas di Polres Palu sebagai Kasat Narkoba, Kasat Reskrim, Kasat Intelkam, dan Kabag Ops. Ia juga pernah menduduki posisi Kasubbid Paminal Bidpropam Polda Sulteng dan Koorspripim Polda Sulteng sebelum dipercaya memimpin Polres Banggai periode 2024–2026.
Selama menjabat Kapolres Banggai, AKBP Putu mendapat penghargaan dari Bupati Banggai pada 2025. Penghargaan itu diberikan atas dedikasinya dalam pengamanan pembangunan strategis dan aset daerah. Pada 2024, Polres Banggai di bawah kepemimpinannya juga meraih predikat kepatuhan penyelenggaraan pelayanan publik kualitas tinggi dari Ombudsman RI.
Pengalaman lain yang pernah dijalaninya mencakup operasi kemanusiaan, seperti Operasi Bhakti Sosial Tsunami Aceh 2005 dan Operasi Dharma Nusa Maluku 2005/2006. Ia juga terlibat dalam Satgasus Pilpres untuk pengamanan pemilihan presiden selama delapan bulan.
Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol Achmad Muhaimin membenarkan rotasi jabatan ini. Menurutnya, mutasi merupakan bagian dari pembinaan karier, penyegaran organisasi, dan upaya meningkatkan profesionalisme personel.
Masyarakat Sulawesi Tengah menilai kembalinya putra daerah ini sebagai momentum positif. Mereka berharap AKBP Putu mampu memperkuat penegakan hukum dan menjaga keamanan, khususnya dalam menangani tindak pidana yang menjadi kewenangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulteng. Pengalaman panjangnya di berbagai wilayah diyakini menjadi modal berharga untuk membawa semangat baru bagi institusi kepolisian di provinsi itu.