MOROWALI — Ratusan pekerja pabrik di kawasan industri nikel Kecamatan Bahodopi selama ini menitipkan kendaraan bermotornya di area parkir yang berada di luar kawasan pabrik tanpa pengawasan memadai. Kondisi itu menjadi celah bagi pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang belakangan marak terjadi.
Kapolres Morowali AKBP Reza Khomeini menilai sistem keamanan parkir yang lemah menjadi pemicu utama tingginya laporan kehilangan motor dari para buruh. Ia meminta manajemen perusahaan tidak hanya fokus mengamankan aset produksi, tetapi juga kendaraan pekerja yang menjadi alat transportasi utama mereka menuju lokasi kerja.
"Di parkiran karyawan itu di luar kawasan dan tidak dijaga, jadi banyak hilang. Saya minta manajemen tidak hanya fokus pada keamanan aset produksi, tetapi juga keamanan kendaraan pekerja. Para buruh ini sudah bekerja keras mencari nafkah, jangan sampai kendaraan mereka menjadi korban kejahatan hanya karena sistem pengamanan parkir yang lemah," tegasnya.
Dalam pertemuan yang digelar di salah satu rumah makan di Desa Lalampu itu, Kapolres meminta perusahaan segera membenahi sejumlah aspek pengamanan parkir. Poin utama yang ditekankan adalah pemasangan kamera pengawas beresolusi tinggi di seluruh kantong parkir, termasuk titik buta yang kerap dimanfaatkan pelaku.
Selain itu, perusahaan diminta menerapkan sistem akses keluar-masuk parkir menggunakan kartu identitas atau barcode yang terintegrasi dengan data karyawan. Personel keamanan juga harus ditempatkan pada jam-jam rawan, terutama saat pergantian shift siang ke malam.
Data kepolisian mencatat sepeda motor menjadi target utama pelaku curanmor karena lebih mudah dibawa kabur. Kapolres meminta perusahaan menyediakan area parkir khusus yang lebih aman untuk kendaraan roda dua, termasuk memasang portal otomatis dan pemeriksaan nomor rangka saat kendaraan keluar area pabrik.
"Kalau perlu, pasang portal otomatis dan pemeriksaan bagasi atau nomor rangka kendaraan saat keluar area pabrik. Ini memang merepotkan, tapi jauh lebih baik daripada karyawan kehilangan motor," tambahnya.
Seorang pekerja nikel di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) mengaku pernah melihat korban kehilangan kelengkapan motor di area parkir, seperti ban yang dicuri. Ia berharap pengawasan yang lebih ketat membuat para pekerja merasa tenang saat meninggalkan kendaraannya.
"Kalau motor hilang, kami tidak bisa kerja maksimal. Semoga dengan adanya CCTV dan penjagaan lebih ketat, kami merasa tenang saat bekerja," harapnya.
Kapolres berjanji akan melakukan evaluasi berkala dan inspeksi mendadak ke sejumlah pabrik lain di wilayah hukumnya untuk memastikan standar pengamanan parkir diterapkan secara konsisten. Ia menegaskan keamanan merupakan investasi yang berdampak langsung pada kelancaran produksi.
"Keamanan adalah investasi, bukan pengeluaran. Perusahaan yang aman akan membuat pekerja nyaman, dan produksi pun berjalan lancar," ujarnya.