Gempa NTT Putuskan 400 Menara Telkomsel di Flores, 44 Genset Dikerahkan hingga Jaringan Pulih

Penulis: Eko Saputro  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 13:16:01 WIB
Tim teknis Telkomsel memeriksa kondisi menara BTS di pesisir utara Flores pascagempa magnitudo 7,7 di Nagekeo, NTT.

SULAWESI TENGAH — Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang berpusat di Nagekeo tidak hanya meratakan rumah warga, tetapi juga melumpuhkan infrastruktur telekomunikasi di pesisir utara Flores. Data Telkomsel mencatat, dari total 735 BTS yang tersebar di tujuh kabupaten—Sikka, Ende, Ngada, Nagekeo, Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat—lebih dari separuhnya sempat padam total.

Puncak gangguan terjadi pada hari-hari pertama pascagempa. Jaringan listrik yang roboh menjadi biang keladi utama. Trafo yang jatuh, tiang listrik patah, dan kabel distribusi yang putus membuat sebagian besar BTS kehilangan sumber daya. Akses menuju lokasi pun tak kalah rumit, longsor menutup sejumlah ruas jalan, memaksa tim teknis mencari jalur alternatif yang lebih panjang.

Strategi Darurat: Genset Didatangkan dari Luar Pulau

Untuk memastikan sinyal tetap menyala di tengah krisis listrik, Telkomsel mengerahkan peralatan berat secara besar-besaran. Sebanyak 44 genset tetap dan 27 genset bergerak (mobile) diterjunkan ke titik-titik kritis. Menariknya, sebagian genset mobile ini didatangkan khusus dari luar Pulau Flores untuk memperkuat pasokan daya di wilayah terdampak.

Selain genset, perusahaan juga menyiagakan 29 unit baterai cadangan (battery backup) untuk menjaga BTS tetap hidup saat terjadi pemadaman bergilir. "Bagi kami, setiap situs yang kembali beroperasi berarti semakin banyak masyarakat yang dapat kembali terhubung dengan keluarga, memperoleh informasi penting, dan mendukung koordinasi selama masa tanggap darurat," ujar Vice President Area Network Operations Jawa Bali Telkomsel, Nugroho Adi Wibowo, dalam pernyataan resminya, Rabu (19/8).

Nugroho menekankan bahwa keselamatan tim lapangan menjadi prioritas utama di tengah kondisi medan yang berat dan ancaman gempa susulan. Proses pemetaan dilakukan berdasarkan tingkat prioritas, mendahulukan BTS yang melayani pusat pengungsian, rumah sakit, dan kantor pemerintah daerah.

Koordinasi Lintas Lembaga dan Dampak Kemanusiaan

Percepatan pemulihan tidak bisa dilakukan sendirian. Telkomsel berkoordinasi intensif dengan Telkom Group, PLN, BPBD, pemerintah daerah, serta regulator untuk menyisir area terdampak. Kerja sama ini terbukti efektif memangkas waktu perbaikan dibandingkan estimasi awal.

Bencana ini sendiri meninggalkan duka mendalam. Data terakhir mencatat 53 orang meninggal dunia, 135 orang luka-luka, dan sekitar 5.000 warga terpaksa mengungsi. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, sebelumnya menyoroti 111 BTS yang masih bermasalah dan meminta percepatan perbaikan, khususnya di wilayah dengan konsentrasi gangguan tertinggi.

"Layanan komunikasi diperlukan untuk memastikan masyarakat tetap dapat terhubung, memperoleh informasi, mengakses layanan darurat, dan mendukung koordinasi bantuan. Oleh karena itu, pemulihan jaringan menjadi bagian penting dari upaya penanganan dan pemulihan pascabencana," kata Meutya.

Pemulihan Belum Usai, Pemantauan Intensif Terus Berjalan

Meski status seluruh BTS telah pulih 100 persen, Telkomsel menegaskan operasi belum berakhir. Tim teknis masih melakukan pemantauan kualitas sinyal secara berkala, menguji kestabilan pasokan daya, serta memperkuat infrastruktur pendukung di lokasi rawan. Langkah ini untuk mengantisipasi potensi gangguan susulan dan memastikan kualitas panggilan serta data tetap prima.

Pemulihan total jaringan ini menjadi napas lega bagi warga Flores yang masih berada di pengungsian. Konektivitas yang stabil memungkinkan distribusi bantuan logistik berjalan lancar, informasi resmi dari pemerintah tersebar cepat, dan warga bisa mengabari sanak saudara di luar daerah. Telkomsel bersama Telkom Group berkomitmen mendampingi masyarakat Flores hingga masa pemulihan pascabencana benar-benar tuntas.

Reporter: Eko Saputro
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top