Sistem AFM dan DFM General Motors: Teknologi Irit Bensin V8 yang Dituding Biang Kerusakan Lifter

Penulis: Budi Santoso  •  Selasa, 23 Juni 2026 | 12:17:01 WIB
Teknologi AFM dan DFM General Motors mematikan silinder untuk menghemat bahan bakar pada mesin V8.

SULAWESI TENGAH — Jordan Lee, kepala insinyur global program small block V8 GM, pernah menjelaskan filosofi di balik sistem ini. Alih-alih mengecilkan mesin lalu menambahkan turbocharger, GM memilih mempertahankan kapasitas besar V8 yang sudah terbukti tangguh untuk kebutuhan truk. Solusinya adalah mematikan setengah silinder saat tidak diperlukan, sehingga konsumsi bensin tetap irit di jalanan biasa.

Baik AFM maupun DFM mengandalkan hydraulic lifter khusus yang dikontrol oleh tekanan oli. Pada sistem AFM, delapan dari enam belas lifter bisa roboh (collapsible). Saat sistem aktif, solenoid di valley plate mengalihkan tekanan oli ke port kontrol lifter. Lifter pun roboh, katup silinder menutup rapat, dan injeksi bahan bakar berhenti. Piston terus bergerak, tetapi tidak menghasilkan tenaga. Silinder 1, 4, 6, dan 7 pada V8 adalah yang biasa dimatikan.

DFM: Evolusi yang Lebih Fleksibel, Tapi Tetap Bermasalah

DFM generasi kedua yang debut pada mesin EcoTec3 tahun 2019 menawarkan lompatan besar. Setiap lifter di mesin DFM bisa mati secara independen, bukan hanya delapan lifter tertentu. Sebuah kontroler khusus memonitor posisi pedal gas 80 kali per detik untuk menghitung berapa silinder yang diperlukan. Hasilnya, mesin bisa beroperasi dalam 17 pola silinder berbeda, tidak hanya beralih antara mode V8 dan V4.

Meski terkesan canggih, keluhan di lapangan tetap sama. Lifter macet, suara ticking dari ruang katup, hingga bubungan camshaft yang aus menjadi momok pemilik GM V6 dan V8. Masalah ini umumnya muncul seiring bertambahnya kilometer. Lifter AFM yang sudah aus bisa gagal mengunci atau membuka kembali, menyebabkan katup berhenti berfungsi. Gejala awal biasanya suara ketukan saat idle, lalu berlanjut ke misfire dan lampu check engine menyala.

Biaya Perbaikan Bisa Membengkak Jika Didiamkan

Jika dibiarkan, lifter yang macet bisa menggerus lobe camshaft. Perbaikan yang tadinya hanya mengganti satu lifter berubah menjadi penggantian camshaft total, biayanya bisa melonjak drastis. Ironisnya, sistem ini tidak gagal karena ide dasarnya buruk. EPA mencatat peningkatan efisiensi bahan bakar 5-7 persen dalam kondisi ideal. Masalahnya, meminta enam belas komponen mekanis kecil untuk roboh dan mengunci kembali ribuan kali sehari selama bertahun-tahun adalah beban yang sangat berat.

Bagi pemilik kendaraan GM di Indonesia yang menggunakan mesin V8 dengan sistem AFM atau DFM, perawatan rutin dan penggantian oli yang disiplin menjadi kunci. Kotoran dan endapan oli adalah musuh utama lifter hidrolik. Jika suara ketukan mulai terdengar, jangan tunda untuk melakukan diagnosa ke bengkel spesialis.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: jalopnik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top