SULAWESI TENGAH — Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, proses penandatanganan kontrak dengan pemasok batu bara yang mendapat penugasan dari pemerintah tengah dipercepat. Hal ini dilakukan melalui koordinasi intensif dengan Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba).
"Kami juga mempercepat proses penandatanganan kontrak kepada para pemasok batu bara yang sudah mendapatkan penugasan dari pemerintah," kata Darmawan melalui akun Instagram resmi PLN, Sabtu (20/6/2026).
Saat ini, distribusi batu bara sudah mulai mengalir ke sejumlah PLTU di berbagai wilayah Jawa. Tak hanya pembangkit milik PLN, pasokan juga dikirim ke pembangkit milik produsen listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP).
Namun, di tengah proses pemulihan itu, PLN menghadapi tantangan baru. Dua PLTU besar yang dioperasikan oleh mitra IPP mengalami gangguan teknis dan terpaksa keluar dari sistem kelistrikan Jawa. Kondisi ini memperberat pasokan listrik yang sudah dalam tekanan.
"Dalam kondisi seperti ini, kami juga menghadapi tantangan, ada kendala teknis di dua pembangkit besar di Pulau Jawa yang dimiliki dan dioperasikan oleh mitra kami," jelas Darmawan.
PLN mengerahkan tim bersama operator pembangkit untuk mempercepat perbaikan kedua PLTU tersebut. Targetnya, kedua pembangkit bisa segera kembali beroperasi dan menyuntikkan listrik ke sistem kelistrikan Jawa.
"Kami bekerja all out siang dan malam agar seluruh gangguan ini dapat segera diselesaikan," ujar manajemen PLN.
Perusahaan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas pemadaman bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah. PLN mengakui pemadaman ini telah menyulitkan aktivitas warga dan bisnis.
PLN mengapresiasi dukungan pemerintah, termasuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, serta Direktorat Jenderal Minerba. Dukungan itu dinilai krusial dalam menjaga keandalan pasokan listrik nasional.
Ke depan, PLN memastikan akan terus memonitor pasokan batu bara dan kesiapan teknis seluruh pembangkit. Perbaikan dua PLTU yang terganggu menjadi prioritas agar sistem kelistrikan Jawa kembali stabil dalam waktu dekat.