SULAWESI TENGAH — Pengumuman itu disampaikan Marles di hadapan awak media di Canberra. Skuadron Kapal Selam AS 3 akan mengawasi operasi kapal-kapal tersebut, bekerja sama dengan personel Australia dan Inggris. "AUKUS berjalan sesuai rencana dan sedang berlangsung sekarang," kata Marles, melansir AFP.
Pengerahan ini merupakan tahap awal dari rencana jangka panjang AUKUS yang bernilai miliaran dolar. Pasukan AS yang bergilir akan melatih personel Australia dan meletakkan dasar bagi Canberra untuk mengoperasikan kapal selam nuklirnya sendiri di masa depan.
Para pejabat AS mengonfirmasi bahwa pangkalan utama kapal selam bergilir ini berada di dekat Perth, pantai barat Australia. Lokasi itu memberikan kedekatan strategis dengan Laut China Selatan, wilayah yang menjadi pusat ketegangan antara China dan Taiwan.
Marles menambahkan, kedatangan skuadron ini menunjukkan komitmen sekutu terhadap stabilitas kawasan. Namun, ia tidak menyebut secara spesifik target operasi militer di wilayah tersebut.
Kunjungan Marles ke London pekan ini untuk pembicaraan AUKUS justru diwarnai kejutan. Menteri Pertahanan Inggris John Healey mengundurkan diri dari jabatannya terkait pendanaan proyek pertahanan Inggris, sebelum jadwal kunjungan ke pangkalan angkatan laut Portsmouth.
Healey sempat berjanji akan mendukung AUKUS setelah bertemu Marles pada Kamis. Namun, pengunduran dirinya menimbulkan tanda tanya soal konsistensi komitmen fiskal Inggris terhadap program kapal selam bersama.
Di bawah AUKUS, Canberra berencana membeli tiga kapal selam bekas AS mulai tahun 2032. Australia juga akan membangun kelas kapal selam bertenaga nuklir baru bersama Inggris.
Proyek pertahanan termahal Australia ini menghadapi pengawasan ketat. Kekhawatiran utama adalah lambatnya laju produksi kapal selam di galangan AS dan Inggris, yang dikhawatirkan membuat Australia kekurangan kapal selam yang dibutuhkan pada tahun 2040.
Belum ada pernyataan resmi dari Kementerian Pertahanan Indonesia terkait perkembangan AUKUS ini. Namun, pengamat menilai kehadiran kapal selam bertenaga nuklir di Australia akan mengubah keseimbangan kekuatan bawah air di kawasan.