SIGI — Ribuan warga dan kafilah dari seluruh kabupaten dan kota se-Sulawesi Tengah memadati lokasi pembukaan MTQ ke-31 di Kabupaten Sigi. Acara yang digelar di malam hari itu dihadiri unsur Forkopimda, para bupati dan wali kota, anggota DPRD, Kepala Kanwil Kementerian Agama, alim ulama, serta dewan hakim.
Gubernur Anwar Hafid dalam pidatonya menegaskan bahwa Al-Qur’an harus menjadi pedoman hidup yang diamalkan, bukan hanya dibaca saat perlombaan atau di pondok tahfiz.
“Al-Qur’an diturunkan dari langit dan tugas kita adalah membumikannya. Jangan sampai Al-Qur’an hanya ramai saat MTQ atau di pondok-pondok tahfiz tetapi jauh dari kehidupan sehari-hari,” ujar Anwar Hafid di hadapan ribuan hadirin.
Pada kesempatan itu, Gubernur meluncurkan dua gerakan utama yang menjadi program unggulan daerah. Pertama, Gerakan BAKU SAYANG (Bersama Al-Qur’an Sulteng Aman, Jaya, dan Menang) yang bertujuan membangun budaya membaca dan mengamalkan nilai-nilai Qur’ani secara berkelanjutan.
Kedua, Gerakan Sulteng Mengaji yang mendorong masyarakat untuk semakin dekat dengan kitab suci sesuai agama dan keyakinan masing-masing. Semangat ini, kata Anwar, sejalan dengan program Berani Berkah yang tengah digalakkan Pemprov Sulteng.
“Tidak ada ruginya membaca Al-Qur’an setiap hari minimal satu lembar. Dengan membacanya kita memperoleh petunjuk hidup, memperkuat fondasi moral, dan mengundang keberkahan Allah,” tegasnya.
Anwar Hafid memberikan pesan khusus kepada dewan hakim agar menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan berintegritas. Ia berharap MTQ ke-31 mampu melahirkan qari dan qariah berprestasi yang nantinya mewakili Sulawesi Tengah di tingkat nasional.
Pemerintah Kabupaten Sigi mendapat apresiasi dari Gubernur atas kesiapan sebagai tuan rumah. Menurutnya, persiapan yang matang menjadi kunci suksesnya penyelenggaraan acara sebesar ini.
Pembukaan MTQ ke-31 secara resmi ditandai dengan pemukulan beduk dan penekanan tombol sirene oleh Gubernur Anwar Hafid. Simbol tersebut menandai dimulainya seluruh rangkaian perlombaan yang akan berlangsung di Kabupaten Sigi hingga beberapa hari ke depan.
Pemprov Sulteng berharap penyelenggaraan MTQ tahun ini tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga generasi Qur’ani yang menjadi teladan dan berkontribusi bagi kemajuan daerah.