PALU — Pemerintah Kota Palu memastikan ketersediaan hewan kurban untuk Idul Adha 2026 mencapai lebih dari 20 ekor. Jumlah ini terdiri dari sapi dan kambing yang akan didistribusikan ke sejumlah kelurahan. Fokus utama tahun ini adalah pemerataan akses daging kurban bagi warga.
Pemkot Palu menerapkan skema distribusi berbasis data tahun sebelumnya. Wilayah yang tidak masuk daftar penerima pada Idul Adha 2025 menjadi prioritas utama. Langkah ini diambil agar tidak ada kelurahan yang berturut-turut tak kebagian jatah.
Distribusi hewan kurban ini bersumber dari anggaran pemkot dan sumbangan pihak ketiga. Setiap ekor hewan akan dipotong di rumah potong hewan (RPH) resmi sebelum dagingnya dikemas dan diantar. Proses ini memastikan daging layak konsumsi dan higienis.
Pemkot Palu menyusun jadwal distribusi berdasarkan koordinasi dengan lurah dan camat. Daging kurban tidak akan dibagikan langsung di lapangan terbuka untuk menghindari kerumunan. Sebagai gantinya, petugas akan mengantarkan ke rumah-rumah warga yang sudah terdata.
Setiap kelurahan penerima mendapat jatah yang proporsional tergantung jumlah penduduk dan data kemiskinan. Pemkot juga menggandeng takmir masjid untuk membantu pendataan penerima yang benar-benar membutuhkan. Dengan cara ini, diharapkan tidak ada warga miskin yang terlewat.
Dengan prioritas pada wilayah yang sebelumnya tak kebagian, warga di kelurahan terpencil atau terdampak bencana bisa menikmati daging kurban tahun ini. Pemkot menargetkan setidaknya 10 kelurahan yang sebelumnya kosong kini masuk daftar. Ini menjadi kabar baik bagi mereka yang selama ini hanya menjadi penonton perayaan Idul Adha.
Selain itu, sistem antar ke rumah mengurangi beban warga lanjut usia dan penyandang disabilitas yang kesulitan menjangkau lokasi pembagian. Pemkot juga memastikan daging yang didistribusikan telah melalui pemeriksaan kesehatan hewan. Semua ini untuk menjamin ibadah kurban berjalan lancar dan tepat sasaran.
Jumlah pastinya lebih dari 20 ekor, terdiri dari sapi dan kambing. Angka ini bisa bertambah jika ada tambahan donasi dari pihak swasta atau instansi vertikal di Kota Palu.
Penerima adalah warga kurang mampu yang terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) masing-masing kelurahan. Prioritas diberikan kepada keluarga yang belum pernah menerima bantuan daging kurban dari sumber lain pada Idul Adha tahun ini.
Distribusi dilakukan pada hari raya Idul Adha dan hari tasyrik. Pemkot akan mengumumkan jadwal detail setelah penetapan 1 Zulhijah oleh pemerintah pusat.