Harga Emas di Pegadaian Kembali Turun per Minggu (24/5), Cek Rincian Antam, UBS, dan Galeri24

Penulis: Deni Kurniawan  •  Minggu, 24 Mei 2026 | 13:24:41 WIB
Harga emas Antam di Pegadaian turun menjadi Rp 2.871.000 per gram pada 24 Mei 2026.

SULAWESI TENGAH — Mengutip laman Sahabat Pegadaian, harga emas Antam ukuran 1 gram turun menjadi Rp 2.871.000 dari sebelumnya Rp 2.886.000 per gram. Produk UBS juga ikut menyusut, dibanderol Rp 2.815.000 per gram, lebih murah Rp 11.000 dibanding posisi Sabtu. Sementara itu, Galeri24 tercatat Rp 2.767.000 per gram, turun Rp 12.000 dari Rp 2.779.000.

Daftar Harga Emas Pegadaian per 24 Mei 2026

Bagi pembeli yang ingin memanfaatkan harga lebih rendah, berikut rincian harga untuk tiap produk dan ukuran:

Galeri24 tersedia dari 0,5 gram hingga 1 kilogram. Harga 0,5 gram dipatok Rp 1.451.000, sementara ukuran 1 gram Rp 2.767.000. Untuk ukuran besar, 500 gram dibanderol Rp 1.340.538.000 dan 1.000 gram mencapai Rp 2.681.075.000.

Antam dijual dalam rentang 0,5 gram hingga 100 gram di Pegadaian. Ukuran 0,5 gram seharga Rp 1.488.000, sedangkan 5 gram di level Rp 14.118.000. Adapun ukuran 100 gram tembus Rp 281.015.000.

UBS memiliki variasi paling panjang, dari 0,5 gram hingga 500 gram. Harga 0,5 gram Rp 1.522.000, ukuran 10 gram Rp 27.461.000, dan 500 gram mencapai Rp 1.365.001.000.

Mengapa Harga Emas Terus Tertekan?

Pelemahan harga emas di Pegadaian tak lepas dari tekanan di pasar global. Pada Jumat (22/5), harga emas spot turun 0,9% ke level USD 4.502,59 per ons, berpotensi mencatat penurunan mingguan kedua berturut-turut. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni juga melemah ke USD 4.502,70 per ons.

Analis StoneX, Rhona O'Connell, menyebut fokus pelaku pasar saat ini tertuju pada situasi di Selat Hormuz. Jalur pengiriman minyak utama dunia itu memicu kekhawatiran gangguan rantai pasok dan inflasi. "Pelaku pasar saat ini seperti kelinci yang terpaku pada sorotan lampu kendaraan, fokus pada Hormuz dan potensi gangguan rantai pasokan secara luas, yang pada akhirnya memicu kekhawatiran inflasi dan potensi kenaikan suku bunga," ujar O'Connell.

Kenaikan harga minyak di tengah keraguan kesepakatan damai AS-Iran turut memperkuat dolar AS. Indeks dolar bertahan di dekat level tertinggi enam pekan, membuat emas—yang diperdagangkan dalam dolar—semakin mahal bagi pemegang mata uang lain. Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun yang tetap tinggi juga menjadi beban bagi emas sebagai aset non-yielding.

Bagi investor ritel, tren penurunan ini bisa menjadi momentum untuk akumulasi. Namun, volatilitas masih mengintai seiring ketidakpastian suku bunga global dan tensi geopolitik yang belum mereda.

Reporter: Deni Kurniawan
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top