SULAWESI TENGAH — Kebijakan ini sejatinya merupakan perpanjangan dari aturan yang sudah berjalan. Sebelumnya, Memory Integrity baru aktif secara default pada instalasi bersih Windows 11 yang memenuhi spesifikasi hardware minimum, serta pada perangkat bersertifikasi Secured-core PC.
Gamer yang Menonaktifkan Fitur Ini Tidak Akan Diganggu
Kabar baik untuk pengguna yang sengaja mematikan Memory Integrity demi performa: Microsoft menegaskan perangkat dengan fitur yang sudah dinonaktifkan "tidak akan diubah secara otomatis oleh peluncuran ini." Kebijakan admin dan pilihan pengguna sebelumnya tetap dihormati.
Langkah ini penting karena fitur yang juga dikenal sebagai Hypervisor-Protected Code Integrity (HVCI) ini memiliki "kelemahan" performa yang sudah diakui Microsoft sejak 2022. Perusahaan tersebut bahkan merekomendasikan gamer yang mengutamakan frame rate untuk menonaktifkan sementara fitur ini dan Virtual Machine Platform (VMP) saat bermain, meski dengan catatan keamanan sistem ikut berkurang.
Bagaimana Proses Aktivasi Otomatis Bekerja?
Sebelum mengaktifkan Memory Integrity, Windows akan melakukan penilaian otomatis pada setiap perangkat menggunakan "readiness signals" yang mencakup kemampuan hardware, kompatibilitas, dan performa. Ini berarti perangkat dengan driver lama atau tidak kompatibel tidak akan dipaksa mengaktifkan fitur tersebut.
Pembaruan ini juga akan mengaktifkan Virtualization-based Security (VBS) bila diperlukan. VBS menyediakan lingkungan terisolasi yang menjadi fondasi kerja Memory Integrity.
Perangkat Mana yang Terkena Kebijakan Ini?
Kebijakan aktivasi otomatis menyasar PC Windows 11 yang memenuhi persyaratan minimum, antara lain:
- Prosesor Intel generasi ke-8 atau lebih baru (untuk Windows 11 22H2)
- Prosesor AMD Zen 2 atau lebih baru
- RAM minimal 8GB untuk sistem x64
- SSD dengan kapasitas minimal 64GB
- Driver yang kompatibel dan virtualisasi hardware yang aktif
Penting dicatat, persyaratan ini berlaku untuk kebijakan sebelumnya pada instalasi bersih. Untuk perluasan Oktober 2026, Microsoft belum merinci daftar hardware spesifik yang tercakup, hanya menyebut perangkat "yang memenuhi syarat".
Apa Sebenarnya Fungsi Memory Integrity?
Memory Integrity menggunakan VBS dan hypervisor Windows untuk memindahkan pemeriksaan integritas kode tingkat kernel ke lingkungan terisolasi. Tujuannya mencegah kode atau driver berbahaya dan tidak tepercaya dieksekusi di kernel Windows — lapisan paling inti sistem operasi.
Fitur ini pertama kali diperkenalkan di era Windows 10 sebagai bagian dari teknologi keamanan Device Guard. Di Windows 10, perlindungan ini bersifat opsional di luar konfigurasi tertentu seperti S mode. Windows 11 kemudian menjadikannya fitur keamanan default pada instalasi baru yang kompatibel.
Dampak Performa: Tergantung Usia Prosesor
Seberapa besar pengaruh Memory Integrity terhadap performa sangat bergantung pada hardware. Microsoft menyatakan fitur ini berjalan lebih baik pada prosesor terbaru yang memiliki fitur hardware khusus untuk mempercepat proses isolasi. Sebaliknya, CPU lama yang mengandalkan emulasi software bisa mengalami penurunan performa lebih signifikan.
Selain performa, kompatibilitas driver juga bisa menjadi penghalang aktivasi. Microsoft telah mendokumentasikan berbagai kasus, mulai dari software yang tidak berfungsi normal hingga solusi anti-cheat game yang tidak kompatibel dengan fitur ini.
Yang Perlu Dilakukan Pengguna Indonesia
Bagi sebagian besar pengguna, pembaruan Oktober 2026 ini tidak memerlukan tindakan apa pun. Perangkat yang memenuhi syarat akan dievaluasi dan diperbarui secara otomatis. Pengguna yang sebelumnya menonaktifkan Memory Integrity — baik pengguna biasa maupun gamer — tidak akan melihat perubahan pengaturan pada sistemnya.
Jika Anda termasuk pengguna yang mengutamakan keamanan dan tidak pernah mengalami masalah performa, fitur ini akan aktif tanpa perlu konfigurasi manual. Namun jika Anda aktif bermain game dengan judul-judul yang sensitif terhadap overhead sistem, keputusan tetap ada di tangan Anda untuk mempertahankan pengaturan saat ini.