Transaksi Normal dan Transparan
SULAWESI TENGAH — Vice President Marketing Xpeng Indonesia, Hari Arifianto, membenarkan pembelian X9 oleh Purbaya. Ia menyampaikan hal ini di sela acara di Tangerang, Senin (31/8).
"Saya yakin itu ke dealer, enggak ada special request ke tempat kita," ujar Hari.
Perusahaan menegaskan pembelian mengikuti prosedur standar layaknya konsumen umum. Klarifikasi ini sekaligus meredam spekulasi soal kemungkinan fasilitas negara atau prioritas pelayanan bagi pejabat tinggi.
Faktor Nikel dan Kebijakan Insentif
Hari mengaku tak mengetahui alasan spesifik Purbaya memilih X9 di tengah menjamurnya opsi mobil listrik di pasar Indonesia. Namun, ia menduga performa tinggi dari teknologi baterai berbasis nikel menjadi salah satu pertimbangan Menteri Keuangan.
"Karena kelihatan di regulasi, salah satunya yang berhak mendapatkan insentif merupakan yang menggunakan nikel," kata Hari menambahkan.
Pernyataan ini muncul di tengah wacana pemerintah mengkaji ulang skema insentif kendaraan listrik. Indonesia, sebagai salah satu produsen nikel terbesar dunia, memang memiliki kepentingan strategis untuk mendorong hilirisasi dan penggunaan baterai berbasis nikel di dalam negeri.
Harga Xpeng X9 di Indonesia
Berdasarkan daftar harga resmi situs Xpeng, model X9 dipasarkan dengan skema on the road (OTR) Jakarta dalam tiga varian dan dua pilihan baterai:
- Xpeng X9 Standard Range Pro – baterai LFP 94,8 kWh, jarak tempuh 620 km, harga Rp1,14 miliar
- Xpeng X9 Long Range Pro – baterai NCM 110 kWh, jarak tempuh 715 km, harga Rp1,219 miliar
- Xpeng X9 Long Range Pro+ – baterai NCM 110 kWh, jarak tempuh 715 km, harga Rp1,259 miliar
Ketiga varian menempatkan X9 sebagai salah satu MPV listrik premium di pasar otomotif nasional, bersaing langsung dengan sejumlah merek asal China maupun Korea Selatan yang lebih dulu hadir.
Alasan Purbaya Beralih ke Listrik
Kepada awak media, Purbaya mengonfirmasi pembelian mobil listrik anyarnya tersebut untuk mendukung program pemerintah dalam penghematan energi. Keputusan ini menarik mengingat Menteri Keuangan kerap menjadi sorotan publik dalam hal konsumsi kendaraan dinas.
"Iya (mobil) baru, nih. Mobil listrik, supaya konsumsi BBM-nya berkurang jadi mendukung program pemerintah," kata Purbaya.
Pria yang dikenal vokal dalam kebijakan fiskal ini memilih bungkam saat ditanyai nominal pasti pembelian kendaraan barunya. Keputusan ini sejalan dengan tren pejabat publik yang mulai beralih ke kendaraan elektrifikasi demi mendukung target net zero emission pemerintah.