Pencarian

Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, Pemkot Pontianak Perpanjang Sekolah Daring

Minggu, 30 Agustus 2026 • 16:50:31 WIB
Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, Pemkot Pontianak Perpanjang Sekolah Daring
Kabut asap karhutla menyelimuti kawasan Pontianak, Kalimantan Barat, pada Minggu (30/8).

SULAWESI TENGAH — Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyatakan situasi kabut asap yang menyelimuti ibu kota provinsi Kalimantan Barat telah ditetapkan sebagai kondisi darurat. Penetapan status ini menjadi dasar hukum bagi pemerintah kota untuk meliburkan aktivitas belajar mengajar tatap muka di tingkat TK, SD, dan SMP, serta meminta warga membatasi aktivitas di luar ruangan.

"Aktivitas belajar di lingkungan sekolah masih diliburkan dan belajar untuk saat ini secara daring, sampai cuaca membaik. Karena kabut asap sampai saat ini masih pekat," ujar Edi di Pontianak, Minggu (30/8).

Lonjakan ISPA Capai 300 Kasus per Hari

Keputusan memperpanjang sekolah daring diambil bukan tanpa alasan. Data Dinas Kesehatan mencatat kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Pontianak telah menembus angka 300 kasus per hari. Angka ini menjadi kekhawatiran utama pemerintah daerah jika anak-anak tetap dipaksa beraktivitas di luar ruangan.

"Kita melihat ISPA di Pontianak terjadi 300 per hari, sehingga kita tidak ingin itu terjadi dan terus bertambah," tegas Edi.

Meski sektor pendidikan diliburkan, Edi memastikan pelayanan administrasi publik di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak tetap beroperasi normal. Masyarakat yang terpaksa keluar rumah diimbau menggunakan masker untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan.

Keluhan Guru dan Harapan Orang Tua di Tengah Ketidakpastian

Kebijakan ini mendapat respons beragam dari tenaga pendidik dan wali murid. Diana Cristy Nainggolan, seorang guru sekolah dasar di Pontianak, mengaku efektivitas pembelajaran menurun drastis selama dua pekan terakhir. Menurutnya, keterbatasan interaksi dan akses internet menjadi hambatan utama dalam menyampaikan materi pelajaran.

"Aktivitas belajar jadi sangat terbatas, dan kurang efektif. Kita berharap Kota Pontianak dan sekitarnya segera hujan secara merata, dan pemerintah daerah juga dapat lebih memperkuat penanganan karhutla agar aktivitas dapat berjalan kembali normal," kata Diana.

Di sisi lain, Ridha, seorang orang tua murid, justru mendukung perpanjangan masa belajar di rumah. Kekhawatiran akan dampak buruk kabut asap terhadap kesehatan anak dinilai lebih besar dibandingkan risiko ketertinggalan materi pelajaran. "Tentu khawatir kabut asap ini yang masih pekat. Anak memang di rumah saja selama ada kabut asap," ujarnya.

Surat Edaran Resmi Dinas Pendidikan Kalbar

Perpanjangan masa belajar daring untuk tingkat SMA tidak hanya berlaku di Pontianak. Surat resmi bernomor terkait pembelajaran jarak jauh telah diterbitkan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat pada 29 Agustus 2026 dan ditujukan kepada seluruh Kepala SMA/SMK/SLB Negeri dan Swasta se-Kalimantan Barat.

Dengan terbitnya surat edaran tersebut, total durasi pembelajaran daring akibat karhutla di wilayah Kalimantan Barat pada Agustus 2026 telah berlangsung selama tiga pekan. Pemerintah daerah belum memberikan kepastian kapan kegiatan belajar mengajar tatap muka akan kembali digelar, dengan seluruh harapan kini bergantung pada turunnya hujan untuk membersihkan polusi udara.

Follow prosulteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: voi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks