SULAWESI TENGAH — Cuplikan yang beredar memperlihatkan progress build yang masih kasar, dengan tekstur resolusi rendah dan cutscene belum final. Meski begitu, elemen inti gameplay sudah terlihat jelas: mekanisme terbang yang mulus, sistem serangan jarak jauh memakai repulsor blast dan cluster missiles, plus opsi serangan jarak dekat yang memungkinkan Stark melempar musuh ke dinding.
Konteks Pengembangan dan Status Terkini
Game ini pertama kali diumumkan pada 2022, artinya sudah dalam pengembangan setidaknya empat tahun. Label "Aug26 Test" pada video mengindikasikan materi tersebut kemungkinan disiapkan untuk memulai siklus marketing EA.
Kabar ini muncul di tengah ketidakpastian internal EA. Proyek Black Panther yang diumumkan 2023 sudah dibatalkan tahun lalu, dan karyawan disebut tengah bersiap menghadapi rencana pemangkasan besar-besaran pasca akuisisi perusahaan. Namun untuk saat ini, Iron Man tampaknya masih berjalan normal.
Fitur yang Terlihat dari Bocoran Trailer
Selain pertarungan udara dan darat, video juga memperlihatkan kunjungan ke helicarrier S.H.I.E.L.D yang melayang. Ada indikasi sistem kustomisasi suit, wajar mengingat karakter Stark memang dikenal sering memodifikasi armornya.
Desain Tony Stark dalam game ini mirip versi MCU, tapi tidak dimodelkan dari wajah Robert Downey Jr. Beberapa elemen sinematik ala film Marvel tetap dipakai, seperti close-up wajah dengan lingkaran holografik.
Reaksi EA dan Langkah Selanjutnya
Melalui akun X resmi Marvel's Iron Man, EA hanya menulis: "But now you know, and we've got a lot more to show you. See you when we're ready." Tidak ada tanggal rilis atau platform yang disebutkan dalam pernyataan tersebut.
Belum ada info kapan materi resmi akan dirilis. Yang jelas, penggemar kini punya gambaran awal soal arah gameplay yang diambil Motive—dan respons awal komunitas cenderung positif terhadap feel terbang yang ditampilkan.