Pencarian

Danau Ontario Jadi Danau Amerika Versi Trump, Kanada Tegaskan Nama Tak Berubah

Sabtu, 29 Agustus 2026 • 12:19:01 WIB
Danau Ontario Jadi Danau Amerika Versi Trump, Kanada Tegaskan Nama Tak Berubah
Kanada menegaskan nama Danau Ontario tidak berubah meski AS mengubahnya menjadi Danau Amerika.

SULAWESI TENGAH — Perseteruan antara Kanada dan Amerika Serikat kali ini merambah ke peta geografis. Donald Trump secara sepihak mengumumkan perubahan nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika, sebuah langkah yang langsung memicu reaksi keras dari pemerintah Kanada.

Danau Ontario sendiri merupakan salah satu dari lima Great Lakes yang membentang di perbatasan kedua negara. Sekitar 52 persen luas permukaannya berada di wilayah Kanada, sementara sisanya masuk dalam teritori New York, AS.

Kanada Menolak: "Ini Danau Ontario Selamanya"

Mark Carney menegaskan bahwa perubahan nama yang dilakukan AS tidak akan mengubah penyebutan resmi di Kanada. Ia menyebut keputusan itu hanya berlaku di Amerika Serikat.

"Kami tahu Amerika Serikat mengubahnya. Relasi dagang mereka, kebijakan luar negeri mereka, monumen nasional mereka, nama tempat danau-danau mereka," kata Carney.

"Perempuan dan laki-laki Kanada juga tahu hal itu tetap disebut sesuai namanya dan danau ini disebut Danau Ontario, hari ini dan selamanya," lanjutnya dalam pernyataan yang dikutip CNN Indonesia.

Gubernur Ontario Doug Ford turut angkat bicara dengan nada serupa. "Ini Danau Ontario bagi warga Kanada dan seluruh dunia. Sekarang dan selamanya," tegasnya.

Alasan Trump Mengganti Nama Danau

Trump mengumumkan perubahan nama tersebut berlaku segera. Ia bahkan mengaku sudah lama memikirkan langkah ini, yang diumumkan di tengah perang tarif yang sedang berlangsung antara kedua negara.

"Kami akan mengubah nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika, berlaku segera. Perubahan nama danau ini sebenarnya adalah hal yang sudah lama saya pikirkan," ujar Trump.

Saat ditanya soal pesan yang ingin disampaikan kepada Kanada, Trump justru menyoroti hubungan dagang kedua negara. Ia menilai Kanada selama ini memperlakukan AS secara tidak adil.

"Yah, mereka tak memperlakukan kita dengan baik. Para pejabat Kanada memperlakukan kita dengan sangat buruk. Mereka orang-orang jahat," ujarnya.

Ketegangan Dagang yang Memanas

Keputusan kontroversial ini muncul di tengah negosiasi perdagangan yang menemui jalan buntu. AS dan Kanada sebenarnya telah menetapkan 22 Agustus sebagai tenggat waktu untuk menghindari pengenaan tarif dagang hingga 50 persen terhadap barang-barang Kanada senilai sekitar US$20 miliar.

Namun, kesepakatan gagal dicapai. Kanada kemudian merespons dengan mengenakan pajak balasan terhadap sekitar 700 produk asal AS dengan nilai yang kurang lebih setara.

Bagi wisatawan yang berencana mengunjungi kawasan Great Lakes, perubahan nama ini tidak akan memengaruhi operasional maupun akses ke destinasi wisata di sekitar danau. Peta dan sistem navigasi di Kanada tetap menggunakan nama Danau Ontario, sementara di AS akan menyesuaikan kebijakan terbaru.

Follow prosulteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: travel.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks