Pasca kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Barako, Kelurahan Poboya, Kota Palu, Pangdam XXII/Palaka Wira Mayjen TNI J Binsar Perluhutan P Sianipar memastikan kesiapsiagaan penuh prajuritnya. Selain menerjunkan pesawat nirawak (drone) untuk memantau titik api, personel juga disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi potensi munculnya bara api baru.
PALU — Panglima Kodam XXII/Palaka Wira Mayjen TNI J Binsar Perluhutan P Sianipar mengerahkan pemantauan udara menggunakan pesawat nirawak (drone) untuk memetakan titik api di Gunung Barako, Kelurahan Poboya, Kota Palu, pasca kejadian karhutla pada Sabtu (22/8) malam. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada bara yang masih berpotensi meluas, mengingat kondisi angin dan medan perbukitan yang sulit diprediksi.
“Karhutla yang terjadi di Gunung Barako Kelurahan Poboya, Kota Palu pada Sabtu (22/8) malam menjadi perhatian kami ikut melakukan penanganan,” kata J Binsar Perlu hutan P Sianipar di Palu, Minggu.
Kesiapsiagaan Personel dan Armada Damkar Dikerahkan
Selain pemantauan dari udara, sejumlah prajurit disiagakan di titik lokasi untuk berjaga-jaga. Pangdam menegaskan bahwa seluruh kendaraan pemadam kebakaran di jajaran Kodam XXIII/Palaka Wira juga telah disiagakan guna mempercepat respons jika ditemukan titik api baru.
“Personel bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan serta mengambil langkah cepat apabila ditemukan titik api baru. Kami juga menyiagakan seluruh kendaraan pemadam kebakaran di jajaran Kodam XXIII/Palaka Wira,” ujarnya.
Dampak El Nino dan Perluasan Tugas ke Dua Provinsi
Kesiapsiagaan ini merupakan bagian dari dukungan TNI kepada pemerintah daerah dalam menangani karhutla yang diperparah oleh fenomena perubahan iklim El Nino. Pangdam menekankan pentingnya kecepatan deteksi karena bara api di kawasan perbukitan dapat kembali muncul sewaktu-waktu.
“Kami berkomitmen dalam upaya penanganan karhutla di wilayah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat dengan melakukan pemantauan udara maupun kesiapsiagaan personel,” turur Binsar.
Sebelumnya: 10 Hektare Lahan Terdampak di Donggala
Tugas ini bukan yang pertama bagi prajurit Kodam Palaka Wira. Sebelumnya, pada Kamis (20/8), personel gabungan yang melibatkan TNI, Polri, BPBD, dan pemadam kebakaran telah diterjunkan untuk menangani karhutla di Kabupaten Donggala. Peristiwa itu menimbulkan dampak pada lahan seluas sekitar 10 hektare di Desa Alindau, Kecamatan Sindue Tobata.