PALU — Enam mahasiswa asing di UIN Datokarama Palu resmi memulai pelatihan intensif Bahasa Indonesia di Mahad Aljamiah, Selasa (18/8). Mereka adalah mahasiswa baru yang berasal dari Somalia, Nigeria, Ethiopia, Yaman, Thailand, dan Filipina, yang diwajibkan mahir berbahasa Indonesia sebelum mengikuti perkuliahan reguler.
Pelatihan ini digarap oleh Pusat Hubungan Internasional di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, berkolaborasi dengan UPT Bahasa UIN Datokarama serta tim pengajar BIPA Sulawesi Tengah. Program tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 10 Oktober 2026.
Bahasa Indonesia sebagai Alat Diplomasi Budaya
Rektor UIN Datokarama Palu, Prof Lukman Thahir, menyebut program BIPA ini bukan sekadar bekal komunikasi di ruang kelas. Ia memosisikan bahasa Indonesia sebagai instrumen diplomasi budaya, terutama di momentum peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
"Bahasa Indonesia diposisikan bukan sekadar sebagai media komunikasi ruang kelas, melainkan sebagai alat diplomasi budaya. Pada momentum HUT ke-81 Republik Indonesia, maka bahasa Indonesia digemakan ke mancanegara," ujarnya di Palu, Selasa.
Bekal Menjadi Duta Budaya Indonesia
Kehadiran mahasiswa dari enam negara tersebut dinilai Lukman sebagai bentuk kepercayaan global terhadap UIN Datokarama Palu dalam mencetak sumber daya manusia unggul. Ia berharap penguasaan bahasa Indonesia dapat membekali mereka tidak hanya untuk sukses secara akademik, tetapi juga menjadi jembatan budaya saat kembali ke negara asal.
"Melalui pengajaran Bahasa Indonesia kami ingin membekali mereka tidak hanya sukses secara akademik, tetapi juga menjadi duta budaya Indonesia saat kembali ke negara asal setelah menyelesaikan studi," kata Lukman.
Ia menambahkan, bahasa adalah jembatan utama interaksi akademik dan budaya. Pihaknya ingin memastikan seluruh mahasiswa internasional merasa nyaman dan mampu berprestasi maksimal selama menempuh studi di kampus yang dikenal dengan sebutan Kampus Datokarama tersebut.
Pengenalan Budaya Sulawesi Tengah
Kepala Pusat Hubungan Internasional UIN Datokarama, Dr Darlis, mengungkapkan bahwa kurikulum pelatihan tidak hanya mengasah keterampilan berbahasa. Para mahasiswa asing juga akan dikenalkan dengan kekayaan budaya lokal Sulawesi Tengah sebagai bagian dari adaptasi lingkungan.
"Selama proses pengajaran para mahasiswa tidak hanya diasah keterampilan berbahasa Indonesia. Melainkan dikenalkan tentang budaya Sulawesi Tengah," kata Darlis.
Untuk sesi pengenalan budaya, kampus menggandeng tim dari Program BIPA Provinsi Sulawesi Tengah. Para dosen UIN Datokarama juga dilibatkan langsung dalam proses pengajaran untuk meningkatkan kemampuan komunikasi mahasiswa mancanegara tersebut.
Sebelum pelatihan dimulai, para mahasiswa asing telah resmi disematkan jaket almamater oleh Rektor UIN Datokarama Palu pada Senin (17/8), menandai penerimaan resmi mereka sebagai bagian dari keluarga besar kampus.