SIGI — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kabupaten Sigi memastikan program penguatan literasi tidak berjalan sendiri. Dua kerja sama strategis diteken sekaligus, yakni dengan Dinas Kesehatan dan Sekretariat DPRD Sigi, untuk memperluas akses bacaan masyarakat hingga ke layanan kesehatan dan kelembagaan legislatif.
Kepala Disperpusip Sigi Imron Noor mengatakan, kolaborasi dengan Dinas Kesehatan berfokus pada penyediaan pojok baca di seluruh puskesmas di Kabupaten Sigi. Langkah ini dinilai strategis karena fasilitas kesehatan menjadi titik temu masyarakat dari berbagai kalangan.
Menunggu Antrean Berobat Sambil Membaca Buku
Keberadaan pojok baca di puskesmas diharapkan mengubah waktu tunggu pasien menjadi kegiatan produktif. Imron menyebut program ini sekaligus menjadi alternatif positif di tengah kepadatan antrean pelayanan kesehatan.
"Tentunya keberadaan pojok baca di puskesmas mampu memberikan alternatif kegiatan positif bagi masyarakat selama menunggu antrean pelayanan kesehatan," ujarnya di Bora, Senin (17/8/2026).
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menekan angka buta aksara. Selain itu, program ini dirancang untuk membiasakan masyarakat menjadikan buku sebagai kebutuhan, bukan sekadar pelengkap ruang tunggu.
Arsip DPRD Sigi Bakal Dikelola Disperpusip
Kerja sama kedua menyasar penguatan tata kelola dokumen di lingkungan legislatif. Seluruh produk hukum dan dokumen yang dihasilkan DPRD Sigi ke depan akan diarsipkan dan dikelola melalui Disperpusip.
"Langkah ini bisa memperluas akses masyarakat terhadap informasi dan pengetahuan mengenai produk kelembagaan DPRD," sebut Imron.
Dengan pengarsipan yang rapi, masyarakat dapat mengakses kebijakan dan produk legislatif secara lebih transparan. Hal ini dinilai penting untuk meningkatkan partisipasi publik dalam pengawasan jalannya pemerintahan.
Baru 20 Desa Punya Perpustakaan Aktif
Tantangan besar masih membayangi upaya peningkatan literasi di Sigi. Dari total 176 desa, hanya 20 desa yang memiliki fasilitas perpustakaan aktif berkat bantuan Perpustakaan Nasional (Perpusnas).
Sebanyak 60 desa lainnya baru menerima hibah buku dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Sementara itu, jumlah Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di kabupaten ini tercatat belum mencapai 10 unit.
Kondisi ini menunjukkan masih lebarnya kesenjangan akses bahan bacaan antarwilayah. Kehadiran pojok baca di puskesmas diharapkan menjadi jembatan awal sebelum pembangunan perpustakaan desa yang lebih permanen direalisasikan.