SIGI — Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae mengakui keterbatasan pemerintah daerah dalam menyediakan sarana dan prasarana menjadi alasan utama dibukanya keran investasi di kawasan Danau Lindu. Ia menyebut kawasan tersebut sudah siap menjadi destinasi wisata utama, namun butuh suntikan dana dan keahlian dari sektor swasta.
"Jadi kawasan Danau Lindu ini memang sudah siap untuk dijadikan destinasi wisata utama tapi keterbatasan pemerintah daerah sehingga perlu mengajak pihak swasta untuk membantu penyediaan sarana dan prasarana," kata Rizal di Bora, Sigi, Senin.
Perputaran Uang Rp2 Miliar Selama Festival Jadi Indikator
Rizal menuturkan, penyelenggaraan Festival Danau Lindu (FDL) 2026 memberikan dampak nyata bagi perekonomian warga. Total pengunjung mencapai 42 ribu jiwa dengan transaksi ekonomi yang melampaui target awal.
"Perputaran uang selama FDL mencapai Rp1,72 miliar bahkan tembus Rp2 miliar," ujar dia.
Peningkatan transaksi itu, menurut Rizal, menjadi indikator bahwa festival tahunan tersebut mampu menggerakkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Sigi. Ia optimistis pola serupa bisa diperluas jika pengelolaan kawasan danau melibatkan investor yang tepat.
Investor Diminta Edukasi Masyarakat soal Kelestarian
Pemkab Sigi tidak hanya mencari modal. Bupati menekankan pentingnya peran swasta dalam mengedukasi masyarakat setempat agar turut menjaga lingkungan di sekitar Danau Lindu.
"Harapannya investor yang bergerak di bidang pariwisata mampu membantu pemerintah daerah mempercepat pembangunan fasilitas dan pengembangan ekonomi serta kelestarian kawasan tersebut," kata Rizal.
Kerja sama ini dinilai strategis karena pengembangan pariwisata di daerah penyangga Taman Nasional Lore Lindu itu harus berjalan beriringan dengan upaya konservasi. Pemkab Sigi belum merinci skema kerja sama yang ditawarkan, termasuk bentuk investasi dan jangka waktu pengelolaan.
FDL 2026 Jadi Batu Loncatan Pengembangan UMKM
Rizal menegaskan bahwa Festival Danau Lindu 2026 bukan sekadar ajang seremonial. Acara itu dirancang sebagai langkah strategis untuk mempromosikan potensi wisata sekaligus menggerakkan ekonomi warga.
"Tentunya FDL 2026 sebagai langkah strategis dalam mengembangkan sektor pariwisata dan UMKM di Kabupaten Sigi," ujar Rizal.
Dengan dibukanya peluang investasi, Pemkab Sigi berharap kawasan Danau Lindu bisa menjadi destinasi unggulan yang tidak hanya ramai saat festival, tetapi juga mampu menarik kunjungan wisatawan sepanjang tahun. Hal itu diyakini akan memperkuat rantai ekonomi lokal secara berkelanjutan.