SIGI — Festival Danau Lindu 2026 resmi dibuka oleh Bupati Sigi, Mohammad Rizal Intjenae, dengan mengusung tema “Lindu The Majestic Land – Merayakan Warisan Peradaban.” Acara yang berlangsung selama tiga hari, 23 hingga 25 Juli 2026, ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan ekonomi lokal di kawasan penyangga Taman Nasional Lore Lindu.
“Lindu Bikin Rindu”: Strategi Pemkab Sigi Menyamai Danau Toba
Dalam sambutannya, Bupati Mohammad Rizal Intjenae menyampaikan bahwa festival tahun ini mengusung semangat “Lindu Bikin Rindu.” Menurutnya, Danau Lindu memiliki panorama alam yang tenang dan kekayaan alam yang mendukung pengembangan pariwisata kelas nasional.
“Insyaallah, melalui penyelenggaraan festival ini, Kabupaten Sigi dapat sejajar dengan destinasi wisata unggulan lainnya di Indonesia, termasuk Danau Toba,” ujar Bupati Rizal di hadapan para tamu undangan.
Untuk mewujudkan target itu, ia mengaku membutuhkan kolaborasi lintas sektor. “Saya membutuhkan dukungan dari seluruh OPD, Forkopimda, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, para kepala desa, hingga seluruh pelaku usaha. Mari bergandengan tangan memajukan Kabupaten Sigi melalui sektor pariwisata,” tegasnya.
Dukungan Pemkot Palu dan Staf Ahli Gubernur Sulteng
Staf Ahli Gubernur Sulawesi Tengah Bidang SDM, Pengembangan Kawasan, dan Wilayah, Dr. Ir. Rusmiadi, turut hadir dalam pembukaan festival. Kehadiran unsur pemerintah provinsi dan Kota Palu dinilai penting untuk memperkuat sinergi antardaerah dalam mempromosikan destinasi di lembah Palu.
Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, menyatakan bahwa pihaknya mendukung penuh pengembangan kawasan Danau Lindu sebagai destinasi unggulan. Dukungan ini mencakup promosi bersama dan penguatan akses wisata yang menghubungkan Palu dengan Sigi.
Antara Pariwisata dan Konservasi di Taman Nasional Lore Lindu
Bupati Rizal juga mengingatkan bahwa Danau Lindu berada di dalam kawasan Taman Nasional Lore Lindu, salah satu kawasan konservasi dengan nilai ekologis dan keanekaragaman hayati tinggi. Ia berharap ada perhatian khusus dari pemerintah pusat untuk menjaga kelestarian hutan di sekitar danau.
“Kami berharap adanya dukungan dari pemerintah pusat untuk bersama-sama menjaga kelestarian kawasan hutan tersebut bersama masyarakat,” kata Bupati Rizal.
Ragam Acara: Seni Budaya hingga Pameran Produk Lokal
Festival Danau Lindu 2026 menghadirkan berbagai agenda, mulai dari pertunjukan seni budaya tradisional, promosi wisata, hingga pameran produk unggulan lokal. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat identitas budaya masyarakat Lindu sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi warga melalui sektor pariwisata.
Bupati Rizal menegaskan bahwa sektor pariwisata memiliki peran strategis dalam membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan Danau Lindu. Festival selama tiga hari ini diharapkan membawa dampak positif bagi perekonomian lokal secara berkelanjutan. ***