SIGI — Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mulai membentuk tim asesmen dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) untuk menangani rumah rusak ringan dan sedang akibat gempa bumi yang terjadi beberapa waktu lalu. Kepala Bidang Bencana BPBD Kabupaten Sigi Ahmad Yani mengatakan pembentukan tim, sosialisasi, dan uji coba akan dimulai Senin (13/7).
Fokus Tahap Ketiga: 2.551 Rumah Rusak Ringan
Berdasarkan data Satgas Tanggap Darurat Penanganan Bencana Gempa Bumi Sigi, total rumah rusak mencapai 4.012 unit. Rinciannya, 266 rumah rusak berat, 1.195 rumah rusak sedang, dan 2.551 rumah rusak ringan.
"Selama tahap pertama dan kedua, fokus pemerintah daerah untuk rumah rusak berat. Hal ini berhubungan dengan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak di Nokilalaki dan Palolo," kata Ahmad.
43 Mahasiswa Teknik UNTAD Turun ke Nokilalaki dan Palolo
Tim asesmen akan dibantu oleh 43 mahasiswa dari Fakultas Teknik Universitas Tadulako (UNTAD) Palu. Mereka akan mendata rumah-rumah warga di Kecamatan Nokilalaki dan Palolo.
"Insya Allah besok dimulai pembentukan tim, sosialisasi dan uji coba," ujar Ahmad Yani saat dihubungi awak media di Dolo, Minggu (12/7). Ia menambahkan tim akan mulai bertugas di lapangan pada Selasa (14/7) atau Rabu (15/7).
Hasil Asesmen Jadi Dasar SK Bupati dan Pengajuan ke BNPB
Wakil Bupati Sigi sekaligus Komandan Satgas Tanggap Darurat Samuel Yansen Pongi memastikan seluruh proses pendataan, verifikasi, dan penetapan dilakukan secara terbuka dan transparan. Hasil asesmen nantinya akan dituangkan dalam surat keputusan (SK) Bupati Sigi.
"Nantinya hasil ini akan dibuatkan surat keputusan (SK) oleh Bupati Sigi dan selanjutnya dikirim ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)," kata Samuel saat ditemui awak media di Dolo, Sabtu (11/7).
Sebelumnya, Pemkab Sigi telah menyelesaikan finalisasi pendataan kebutuhan hunian sementara (huntara) tahap kedua bagi masyarakat terdampak di dua kecamatan tersebut.