SULAWESI TENGAH — Apple merilis iPhone Duo di Indonesia pada Jumat (30/10), menandai masuknya ponsel lipat pertama perusahaan ke pasar lokal. Perangkat ini menjanjikan pengalaman berinteraksi baru lewat form factor lipatnya, membawa Apple bersaing langsung di segmen yang selama ini dikuasai Samsung dan merek Android lain.
iPhone Duo membawa pendekatan Apple terhadap desain lipat yang selama bertahun-tahun menjadi wilayah Samsung, Huawei, dan Oppo. Form factor lipat memungkinkan layar yang bisa dilipat menjadi lebih ringkas saat disimpan, lalu dibentangkan untuk penggunaan multitasking.
Pengujian sepekan menunjukkan perangkat ini bisa diajak berbagai aktivitas harian, dari membalas pesan, membuka aplikasi berdampingan, hingga mengonsumsi konten video. Layar lipatnya menjadi daya tarik utama dibanding iPhone biasa.
Peluncuran di Indonesia berlangsung Jumat (30/10), menjadikan pasar lokal salah satu yang lebih awal mendapat iPhone Duo. Apple belum merinci varian warna, kapasitas penyimpanan, atau harga resmi di tanah air dalam bahan yang tersedia.
Kehadiran perangkat ini memperluas pilihan ponsel lipat di Indonesia, segmen yang terus tumbuh meski masih tergolong niche dibanding ponsel slab konvensional.
Apple terlambat masuk dibanding kompetitor yang sudah beberapa generasi merilis ponsel lipat. Samsung memimpin segmen ini di pasar global maupun Indonesia, disusul merek China seperti Oppo dan Huawei yang agresif menggarap form factor serupa.
Bagi pelaku bisnis digital dan investor startup, kehadiran iPhone Duo berpotensi mendorong pengembangan aplikasi yang mengoptimalkan layar lipat, mulai dari e-commerce, produktivitas, hingga konten media.
Pengguna iPhone yang selama ini menunggu perangkat lipat resmi Apple kini punya opsi legal di Indonesia. Namun adopsi akan bergantung pada harga dan kematangan aplikasi yang mendukung layar lipat.
Apple belum mengungkap jadwal rollout lanjutan atau target penjualan untuk pasar Indonesia. Pengalaman sepekan menunjukkan iPhone Duo berfungsi sebagai perangkat harian, tapi ujian sesungguhnya ada pada respons pasar dan dukungan developer lokal.