Kabut Asap Karhutla Selimuti Palu, PAUD hingga SMP Kembali Belajar Daring Mulai 26 Oktober 2026

Penulis: Cahyo Wibowo  •  Senin, 26 Oktober 2026 | 10:16:02 WIB
Kabut asap karhutla menyelimuti Kota Palu dan memicu perpanjangan pembelajaran daring bagi PAUD hingga SMP mulai 26 Oktober 2026.

PALU — Keputusan memperpanjang pembelajaran daring tertuang dalam Surat Edaran Nomor 100.3.4/860/UMUM/2026 tentang imbauan kewaspadaan terhadap kualitas udara yang memburuk. Surat itu ditindaklanjuti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu untuk diteruskan ke masing-masing satuan pendidikan.

Hadianto menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua siswa dan wali murid atas perpanjangan kebijakan tersebut. Ia menyebut alasan kesehatan siswa menjadi pertimbangan utama.

"Kami memohon maaf kepada para orang tua siswa/wali murid dengan berat hati kami memperpanjang pembelajaran jarak jauh demi alasan kesehatan siswa-siswi," kata Hadianto, dikutip dari Antara.

Angka Partikulat BMKG: PM2,5 di 150 Mikrogram, Kategori Tidak Sehat

Hasil pemantauan partikulat BMKG mencatat PM1 mencapai 157 mikrogram, PM2,5 mencapai 150 mikrogram, dan PM10 mencapai 159 mikrogram. Ketiga angka itu masuk kategori tidak sehat.

Kabut asap berasal dari kebakaran hutan dan lahan yang menyelimuti ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah. Kondisi udara memburuk memicu Pemkot Palu menarik kembali siswa ke rumah.

Kepala Sekolah Diminta Pastikan Pembelajaran Tetap Efektif

Hadianto meminta kepala satuan pendidikan memastikan proses belajar tetap berjalan efektif lewat metode daring. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi, kebutuhan, dan kemampuan peserta didik.

Bagi siswa yang terkendala akses jaringan, sekolah dapat memberikan alternatif pembelajaran yang sesuai. "Bagi peserta didik yang memiliki keterbatasan akses pembelajaran daring, satuan pendidikan dapat memberikan alternatif pembelajaran yang sesuai," ucapnya.

Ia juga menegaskan kebijakan diambil agar kegiatan pendidikan tetap berlangsung di tengah keterbatasan. "Tentunya kebijakan kami terapkan dapat dipahami bersama demi kelangsungan kegiatan pendidikan," ujarnya.

Warga Diminta Pakai Masker, Penderita Asma Kurangi Aktivitas Luar

Wali kota mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan dengan memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan. Pemilik penyakit komorbid seperti jantung dan gangguan pernapasan diminta mengurangi aktivitas di luar.

Warga juga diminta menjaga daya tahan tubuh selama kualitas udara belum membaik. "Apabila terjadi sesak napas maupun batuk segera periksa kesehatan di puskesmas terdekat," kata Hadianto.

Pemkot Palu belum menetapkan batas waktu penghentian pembelajaran daring. Kebijakan berlaku sampai ada pemberitahuan lebih lanjut dari pemerintah kota.

Reporter: Cahyo Wibowo
Sumber: metrotvnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top