Kecelakaan BYD di Blok M Tabrak 4 Mobil dan Lindas Ojol, Ini Pelajarannya

Penulis: Andi Pratama  •  Minggu, 25 Oktober 2026 | 15:18:31 WIB
Mobil listrik BYD menabrak empat mobil dan melindas pengemudi ojek online di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan.

SULAWESI TENGAH — Mobil listrik BYD bernomor polisi B-1220-KDP menabrak empat mobil dan melindas seorang pengemudi ojek online di Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (23/10) pukul 16.48 WIB. Polisi menyebut sopir berinisial S (46) panik dan kurang konsentrasi sebelum kehilangan kendali. Praktisi keselamatan menilai manuver banting setir mendadak justru memperbesar risiko kecelakaan.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Adiel Aristo menyatakan pemeriksaan terhadap S masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti insiden. Tes urine yang dijalankan kepolisian keluar negatif, baik untuk alkohol maupun narkoba.

"Masih kami dalami penyebabnya, hasil pemeriksaan sementara sopir kaget dan panik," ujar Adiel saat dihubungi, Minggu (25/10/2026).

Kronologi: Dari Tabrak Brio hingga Naik Trotoar

Kasi Laka Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Kharisma Arbita Bangsa memaparkan rangkaian kejadian bermula saat mobil BYD melaju dari arah selatan ke utara di Jalan Panglima Polim, wilayah Kebayoran Baru.

Di depan Win Hotel, kendaraan menabrak Honda Brio B-2967-NGY yang melaju searah di depannya. Mobil lalu oleng ke kiri dan menabrak sepeda motor Honda Beat A-3867-DD yang dikendarai HS (56), pengemudi ojol, serta Wuling B-1835-ERZ yang berhenti di kiri jalan.

Kendaraan terus bergerak naik ke trotoar dan menghantam dua mobil yang tengah terparkir, yakni Mobilio B-1247-WZK dan Toyota Navi B-2447-TWB di area Hotel Amaris.

"Semula kendaraan mobil BYD NRKB B-1220-KDP, melaju dari arah selatan ke utara di Jalan Panglima Polim wilayah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan," kata Kharisma dalam keterangannya, Sabtu (24/10).

Banting Setir Panik Justru Menambah Risiko

Director Training Safety Defensive Consultant (SDCI) Sony Susmana menilai refleks menghindari tabrakan dengan membanting setir bukan langkah bijak. Menurut Sony, menjaga keseimbangan kendaraan saat manuver mendadak tidak semudah yang dibayangkan karena keterampilan, kondisi fisik, dan mental tiap pengemudi berbeda.

"Karena nggak gampang menjaga keseimbangan kendaraan, itu bisa dilihat dari kemampuan pengemudi yang berbeda-beda secara keterampilannya, kondisi fisik dan mentalnya," ujar Sony saat dihubungi detikOto.

Jalan aman yang disarankan Sony adalah menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan. Pendekatan proaktif ini dinilai lebih efektif ketimbang mengandalkan keterampilan reaktif saat bahaya sudah di depan mata.

Waktu Reaksi Manusia Cuma 1-2,5 Detik Saat Panik

Studi Dr. Jeffrey Muttart, Direktur Penelitian dan Pengajaran di Driver Research Institute, East Hampton, Connecticut, menunjukkan manuver penyelamatan lewat banting setir tidak sekadar soal refleks. Keberhasilannya bergantung pada waktu reaksi, tingkat perhatian, kondisi jalan, dan ruang kosong di sekitar kendaraan.

Dalam kondisi normal, pindah jalur butuh waktu sekitar 7 detik. Saat bahaya muncul mendadak, otak panik dan waktu itu terpangkas menjadi hanya 1 sampai 2,5 detik.

Banting setir darurat yang dilakukan asal-asalan berisiko memicu kecelakaan baru: mobil melintir sendiri, terpelintir keluar jalan, atau menabrak objek lain karena salah membalas setir. Pengemudi yang panik kerap gagal mengoordinasikan rem dan kemudi, lalu hanya menyentak setir tanpa mengerem cukup.

Jarak Aman Lebih Penting daripada Refleks Cepat

Kecelakaan beruntun di Blok M memperlihatkan satu pola yang berulang: pengemudi menghadapi situasi darurat dengan manuver menghindar, bukan dengan ruang aman yang sudah disiapkan sejak awal. Menjaga jarak memberi waktu tambahan untuk mengerem terkontrol.

Polisi belum menetapkan status tersangka dalam insiden yang melibatkan HS (56) sebagai korban. Pemeriksaan terhadap S berlanjut untuk melengkapi analisis penyebab kecelakaan.

Reporter: Andi Pratama
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top