SULAWESI TENGAH — Sejumlah pembeli awal iPhone Duo melaporkan layar lipat mereka retak memanjang tepat di bagian engsel, kurang dari 24 jam setelah perangkat resmi dijual. Apple membanderol ponsel lipat pertamanya ini sekitar USD 2.000, dan kasus serupa muncul dari Amerika Serikat hingga China dan Australia. Laporan kerusakan ini langsung berbenturan dengan klaim ketahanan yang jadi nilai jual utama perangkat.
Foto-foto yang beredar di Reddit memperlihatkan layar dalam iPhone Duo retak dari atas ke bawah, persis di garis lipatan. Pola kerusakannya konsisten: retakan besar muncul di engsel, memicu masalah piksel yang menghasilkan garis putih terang di sisi kanan layar. Keluhan datang dari pembeli di sejumlah negara, jadi masalahnya tidak terbatas pada satu pasar saja.
Salah satu pengguna Reddit di Australia mengaku mendengar bunyi retak sekitar enam jam setelah pemakaian. Ia memperkirakan baru membuka-tutup perangkat kurang dari 20 kali saat layar pecah di bagian engsel.
Apple awalnya menawarkan penggantian lewat jalur ekspres via telepon, dengan syarat pelanggan menahan dana sebesar harga penuh ponsel. Perusahaan juga belum bisa memberi perkiraan kapan unit pengganti tiba.
Pelanggan yang enggan menunggu memilih datang langsung ke Apple Store. Menurut laporan, staf di sana meminta maaf dan langsung mengganti perangkat dengan unit baru di tempat. Langkah ini mengindikasikan Apple menyiapkan stok unit pengganti di toko untuk menangani kegagalan hardware di masa awal penjualan.
YouTuber JerryRigEverything menguji iPhone Duo dalam video uji ketahanan terbarunya, dan hasilnya buruk. Meski mengantongi rating IP68 untuk ketahanan debu, partikel debu tetap masuk ke engsel lewat beberapa titik, mengalahkan magnet yang seharusnya menjaga ponsel tetap tertutup.
Uji tekuk lanjutan memunculkan garis hijau permanen di layar dalam, yang akhirnya berhenti merespons sama sekali. Layar luar yang dilindungi Ceramic Shield 2 baru tergores di level 7 skala kekerasan Mohs. Sebaliknya, layar dalam sudah tergores di level 2, dengan alur lebih dalam setara tekanan kuku.
Lapisan matte nano-texture di layar dalam sempat memberi efek menarik: bekas goresan tampak "hilang" seolah sulit terlihat. Namun itu tidak cukup menyelamatkan iPhone Duo dari kegagalan uji ketahanan.
Dengan banyaknya orang yang mulai memakai iPhone Duo pekan ini, sejumlah unit cacat memang bisa diperkirakan muncul. Namun belum jelas seberapa luas sebaran kasusnya, dan apakah laporan kerusakan engsel akan terus bertambah seiring waktu.
Zack Nelson, penguji di balik kanal JerryRigEverything, menyatakan pengalamannya menguji ponsel lipat sejak generasi pertama tujuh tahun lalu. "Sebagian besar bertahan," ujarnya. "iPhone Duo tidak."
Untuk konsumen, masalah akibat pemakaian normal semestinya ditanggung garansi satu tahun Apple. Ada juga jendela pengembalian 14 hari bagi yang ingin membatalkan pembelian.
Bagi pembaca di Indonesia, iPhone Duo belum tentu masuk jalur resmi, jadi pantau pengumuman distributor sebelum menghitung anggaran. Kalau memang berniat membeli, sebaiknya tunggu beberapa pekan untuk melihat apakah kasus retak engsel ini meluas atau hanya menimpa batch awal produksi.