SULAWESI TENGAH — Karisma Evi Tiarani finis tercepat dengan catatan waktu 14,59 detik pada nomor 100 meter putri klasifikasi T63 di Asian Para Games 2026 Nagoya, Jepang. Medali emas atlet para atletik asal Boyolali itu disertai momen haru saat Indonesia Raya berkumandang dan Merah Putih dikibarkan di podium.
Evi menuntaskan lintasan 100 meter dengan catatan waktu 14,59 detik. Catatan itu menempatkannya sebagai yang tercepat di nomor tersebut dan memastikan Indonesia membawa pulang satu medali emas dari cabang para atletik.
Kemenangan ini bukan sekadar soal angka di papan skor. Bagi Evi, finis di urutan pertama berarti membuktikan bahwa kerja keras di lintasan latihan terbayar di panggung multievent terbesar Asia untuk atlet disabilitas.
Suasana podium berubah khidmat ketika lagu Indonesia Raya mulai berkumandang. Pengibaran Merah Putih diiringi lagu kebangsaan itu menjadi puncak emosional bagi Evi dan seluruh kontingen Indonesia yang hadir di arena.
Momen pengalungan medali emas menjadi penutup rangkaian perjuangan Evi di Nagoya. Tangis haru dan kebanggaan bercampur dalam satu adegan yang menegaskan posisi Evi sebagai salah satu andalan Indonesia di cabang para atletik.
Evi dikenal sebagai sprinter para atletik yang telah lama mengharumkan nama Indonesia di berbagai kejuaraan internasional. Klasifikasi T63 menempatkannya bersaing dengan atlet-atlet berkategori disabilitas fisik yang tak mengurangi daya saing di lintasan.
Prestasi di Asian Para Games 2026 menambah panjang deretan pencapaian Evi. Medali emas ini sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan atlet para di Indonesia terus melahirkan sosok yang mampu bersaing di level Asia.
Medali emas Evi memperkuat posisi kontingen Indonesia di papan perolehan medali Asian Para Games 2026. Cabang para atletik kembali menyumbang hasil positif, sejalan dengan target kontingen untuk tampil kompetitif di ajang empat tahunan tersebut.
Perjalanan Indonesia di Nagoya masih menyisakan sejumlah nomor yang belum dipertandingkan. Kontingen diharapkan menjaga momentum setelah keberhasilan Evi naik ke podium tertinggi.