Polres Tolitoli Tangkap Pria di Dako Pamean Usai Aniaya Ibu Kandung karena Tegur Jual Kelapa Tanpa Izin

Penulis: Budi Santoso  •  Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:02:01 WIB
Kasat Reskrim Polres Tolitoli, Iptu Stefi Yohanis Hurlatu, menjelaskan penangkapan pelaku penganiayaan ibu kandung di Kecamatan Dako Pamean.

TOLITOLI — Kasat Reskrim Polres Tolitoli, Iptu Stefi Yohanis Hurlatu, menyatakan penangkapan pelaku berawal dari laporan warga dan rekaman video yang menyebar luas. Tim Opsnal bergerak ke lokasi kejadian di Kecamatan Dako Pamean untuk mengamankan pelaku.

"Iya, kasus ini berawal dari laporan masyarakat dan video yang viral. Tim Opsnal langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian di Kecamatan Dako Pamean untuk mengamankan pelaku pada Rabu," ujar Stefi dalam keterangannya, Kamis (15/10/2026).

Kronologi: Teguran soal Kelapa Memicu Kekerasan

Perselisihan keluarga soal hasil bumi menjadi pemicu aksi kekerasan tersebut. Pelaku diketahui kerap memanjat dan menjual kelapa milik keluarga tanpa izin.

Puncaknya terjadi saat sang ibu memergoki dan menegur tindakan pelaku. Teguran itu justru memicu emosi pelaku hingga berujung pada penganiayaan fisik.

"Pelaku diduga tidak terima saat ditegur korban karena memanjat dan menjual kelapa milik keluarga. Emosi pelaku membendung hingga tega melakukan penganiayaan," kata Stefi.

Dugaan Penyalahgunaan Narkotika Masih Diperiksa

Penyidik menengarai uang hasil penjualan kelapa tersebut akan digunakan pelaku untuk membeli narkotika. Namun, dugaan itu masih memerlukan pemeriksaan laboratoris dan tes urine.

"Untuk dugaan penyalahgunaan narkotika masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan laboratoris dan tes urine oleh penyidik. Yang jelas proses hukum terkait dugaan KDRT dan penganiayaan ini akan kami usut secara profesional," ujar Stefi.

Pelaku kini diamankan di Polres Tolitoli untuk diproses lebih lanjut. Penyidik menjerat pelaku dengan dugaan KDRT dan penganiayaan sesuai hasil pemeriksaan yang berjalan.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top