Jepang Puncaki Indeks Pariwisata WEF 2026, Indonesia Belum Masuk

Penulis: Cahyo Wibowo  •  Minggu, 11 Oktober 2026 | 10:18:31 WIB
Jepang menempati peringkat pertama Indeks Pengembangan Perjalanan dan Pariwisata 2026 versi World Economic Forum.

SULAWESI TENGAH — World Economic Forum menobatkan Jepang sebagai negara paling ideal untuk liburan 2026 dalam Indeks Pengembangan Perjalanan dan Pariwisata (TTDI) edisi terbaru. Amerika Serikat menyusul di peringkat kedua, disusul Spanyol di posisi ketiga, sementara Tiongkok menjadi satu-satunya wakil Asia lain di 10 besar. Indonesia belum masuk dalam daftar 10 negara teratas maupun 10 negara dengan peningkatan tercepat versi laporan tersebut.

Indeks Pengembangan Perjalanan dan Pariwisata 2026 yang dirilis World Economic Forum menilai 119 negara berdasarkan sejumlah pilar utama. Penilaian mencakup struktur transportasi udara, daya saing harga, keselamatan dan keamanan, hingga persyaratan visa dan efisiensi transportasi umum.

Jumlah Situs Warisan Dunia UNESCO dan distribusi geografis pariwisata juga menjadi faktor yang menentukan posisi tiap negara. Hasilnya, kondisi pendukung sektor perjalanan global disebut berada di titik terkuat sejak pandemi.

Ramya Krishnaswamy, Kepala Bidang Ekonomi Pengalaman dan Kota di World Economic Forum, menyatakan 92 persen negara mengalami peningkatan skor dibanding 2024.

"Indeks Pengembangan Perjalanan & Pariwisata terbaru menunjukkan bahwa kondisi pendukung bagi perjalanan dan pariwisata berada pada titik terkuat sejak pandemi, dengan 92% negara mengalami peningkatan sejak tahun 2024," ujarnya.

10 Negara Teratas Versi WEF 2026

Jepang memimpin daftar berkat strategi memperluas basis pengunjung ke luar pusat wisata utama. Langkah itu dinilai mengurangi risiko konsentrasi wisatawan di satu titik, meski jumlah kunjungan tetap memecahkan rekor.

  • Jepang
  • Amerika Serikat
  • Spanyol
  • Australia
  • Prancis
  • Jerman
  • Inggris
  • Tiongkok
  • Swiss
  • Italia

Komposisi ini didominasi negara Eropa dan Australia. Tiongkok di urutan kedelapan menjadi satu-satunya negara Asia lain yang menembus 10 besar selain Jepang.

Albania Catat Peningkatan Tercepat

Albania menorehkan kenaikan skor paling signifikan, yakni 7 persen selama dua tahun terakhir. Negara di kawasan Balkan itu menawarkan alternatif liburan yang lebih terjangkau dibanding destinasi sekitarnya.

Perbaikan infrastruktur transportasi udara dan layanan pariwisata menjadi pendorong utama lonjakan skor Albania. Sejumlah negara Asia Tenggara juga masuk daftar peningkatan tercepat, termasuk Vietnam, Laos, Malaysia, Thailand, dan Filipina.

  • Albania
  • Vietnam
  • Laos
  • Qatar
  • Malaysia
  • Thailand
  • Filipina
  • Maroko
  • Nepal
  • Sri Lanka

Jepang dan Asia Tenggara Jadi Acuan Traveler Indonesia

Bagi wisatawan Indonesia, hasil indeks ini bisa jadi bahan pertimbangan menyusun rencana liburan 2026. Jepang konsisten menjadi favorit berkat kemudahan visa, transportasi umum yang efisien, dan harga hotel yang bersaing.

Negara-negara Asia Tenggara yang masuk daftar peningkatan tercepat juga relevan untuk perjalanan jarak dekat. Vietnam, Thailand, dan Malaysia menawarkan kombinasi biaya terjangkau dan akses penerbangan langsung dari Jakarta, Surabaya, maupun Bali.

WEF menekankan babak berikutnya bukan sekadar menarik lebih banyak pengunjung. Fokusnya bergeser ke penciptaan nilai lebih besar melalui investasi sumber daya manusia, infrastruktur, dan kolaborasi publik-swasta.

"Babak selanjutnya bukan sekadar tentang menarik lebih banyak pengunjung, melainkan tentang menciptakan nilai lebih besar melalui investasi pada sumber daya manusia, infrastruktur, dan kolaborasi publik-swasta yang lebih kuat, sehingga pariwisata dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, pelaku bisnis, dan destinasi wisata," kata Ramya Krishnaswamy.

Indonesia belum masuk kategori mana pun dalam laporan ini. Traveler yang ingin memantau perkembangan sektor pariwisata nasional dapat mengacu pada rilis resmi WEF atau Kementerian Pariwisata periode berikutnya.

Reporter: Cahyo Wibowo
Sumber: travel.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top