Pencarian

Pariwisata Jepang Sumbang US$ 343 Miliar, Investor Asing Berebut Masuk

Selasa, 29 September 2026 • 17:47:31 WIB
Pariwisata Jepang Sumbang US$ 343 Miliar, Investor Asing Berebut Masuk
Wisatawan berbelanja di kawasan perbelanjaan Tokyo, Jepang.

SULAWESI TENGAH — Sektor pariwisata dan perjalanan Jepang menyumbang US$ 343 miliar terhadap perekonomian negara itu pada 2025, setara 8,1 persen dari total GDP dan menempatkan Jepang di posisi kelima secara global. Geliat ini memicu minat investor asing, termasuk L Catterton yang menanamkan 270 juta euro ke lima perusahaan lokal. Nilai tukar yen yang melemah dan banyaknya rute penerbangan membuat Jepang kembali kompetitif sebagai destinasi sekaligus target investasi.

Sepanjang 2026, sektor ini tumbuh 4,6 persen. Turis asing menjadi kontributor terbesar dengan total belanja US$ 63,3 miliar selama berlibur di Jepang. Angka spending tersebut naik 8,8 persen dibanding tahun sebelumnya.

Kontribusi Turis Asing Jadi Motor Utama

Belanja wisatawan mancanegara menopang pertumbuhan sektor pariwisata Jepang. Kenaikan 8,8 persen dari tahun sebelumnya menunjukkan pemulihan kunjungan internasional berjalan konsisten.

Presiden dan CEO WTTC, Gloria Guevara, menilai Jepang berhasil membangun salah satu industri pariwisata paling sukses di dunia. "Jepang telah membangun salah satu industri pariwisata dan perjalanan paling sukses di dunia, dengan menggabungkan konektivitas yang kuat dan pendekatan progresif dalam pembangunan pariwisata mereka," ucapnya seperti dikutip dari TTN Worldwide, Selasa (29/9/2026).

L Catterton Tanam 270 Juta Euro

Manajemen dana investasi L Catterton yang berafiliasi dengan grup Louis Vuitton (LVMH) menanamkan modal 270 juta euro ke lima perusahaan lokal Jepang. Langkah itu menandai masuknya Jepang sebagai arena baru bagi perusahaan ekuitas swasta di sektor barang mewah.

Dana investasi tersebut menyasar segmen dengan permintaan tinggi, baik dari pengunjung mancanegara maupun konsumen lokal yang selektif. Restoran kelas atas, produk kecantikan, dan makanan premium jadi target utama.

L Catterton akan menjalin kerja sama dengan grup restoran HUGE dan jaringan Kisshokichi yang memiliki spesialisasi dalam daging sapi Kobe.

Yen Lemah dan Stabilitas Geopolitik Jadi Daya Tarik

Nilai tukar yen yang sedang melemah memperkuat daya saing Jepang. Kebijakan maskapai penerbangan yang membuka banyak rute ke negara ini menambah kemudahan akses bagi wisatawan maupun pelaku bisnis.

Faktor fundamental lain adalah kembalinya wisatawan internasional dalam jumlah besar. Jepang juga menawarkan salah satu lingkungan ekonomi dan politik paling stabil di tengah ketegangan perdagangan dan berbagai konflik global.

Stabilitas tersebut menarik minat modal yang mencari kepastian jangka panjang. Jepang yang sempat dianggap pasar sulit ditembus dengan pertumbuhan rendah kini kembali dilirik investor internasional.

Follow prosulteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: travel.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks