SULAWESI TENGAH — MilkLife Soccer Challenge Seri 1 2026-2027 menuntaskan partai puncak wilayah Jakarta Raya dan Yogyakarta pada Minggu (20/9/2026). Sebanyak 1.928 atlet muda dari 111 sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah berlaga di Jakarta Raya, dengan SDN Gedong 03 dan SDN Cipayung 02 keluar sebagai juara. Drama adu penalti di final KU 12 menjadi penutup rangkaian kompetisi akar rumput ini.
Di Jakarta Raya, SDN Gedong 03 mengunci gelar KU 10, sementara SDN Cipayung 02 menjuarai KU 12. Regional Yogyakarta memunculkan SD Tarakanita Bumijo I sebagai juara baru KU 10, sedangkan SD Muhammadiyah Sapen kembali menguasai KU 12.
MLSC Jakarta Raya tahun ini diikuti 1.928 atlet muda dari 111 sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah. Jumlah itu menjadikan seri pembuka musim 2026-2027 sebagai salah satu gelaran dengan partisipasi terbesar di wilayah tersebut.
Final KU 10 mempertemukan SDN Gedong 03 dengan UPTD SDN Mampang 1. SDN Gedong 03 tampil dominan dan menang 3-0 tanpa memberi ruang bagi lawan untuk bangkit.
Penyerang SDN Gedong 03, Keenar, menjadi penentu kemenangan dengan dua gol pada babak pertama. Neha Rayadinata melengkapi skor pada babak kedua.
Ketegangan justru tersaji di final KU 12 yang mempertemukan SDN Kebayoran Lama Selatan 19 dan SDN Cipayung 02. SDN Kebayoran Lama Selatan 19 sempat tertinggal lebih dulu, lalu berbalik unggul 2-1 sebelum turun minum lewat gol Maura Jihan Athifa dan Alesha Kaysha Salsabila.
SDN Cipayung 02 menyamakan kedudukan menjadi 2-2 melalui Gildas Syauqillah pada menit ke-19. Skor imbang bertahan hingga waktu normal berakhir, sehingga pertandingan dilanjutkan ke adu penalti.
SDN Cipayung 02 akhirnya menang 4-2 lewat adu penalti dan memastikan gelar juara KU 12. Gildas juga dinobatkan sebagai top scorer turnamen.
"Di babak pertama kami agak ragu karena lawannya banyak yang jago," ungkap Gildas menceritakan momen ketegangan timnya.
"Tapi pelatih meminta kami tetap semangat sampai akhir pertandingan dan akhirnya kami bisa menjadi juara karena kerjasama tim yang terus dilatih selama sekitar dua minggu persiapan," tambah Gildas.
Di regional Yogyakarta, SD Tarakanita Bumijo I muncul sebagai juara baru KU 10. Sementara SD Muhammadiyah Sapen kembali menguasai kategori KU 12 dan mempertahankan gelar yang mereka raih pada edisi sebelumnya.
Rangkaian final di dua wilayah ini menutup Seri 1 MLSC 2026-2027. Ajang pembinaan ini konsisten menyasar pemain putri usia sekolah dasar sebagai fondasi tim nasional di masa depan.
Head Coach Jacksen F. Tiago mengapresiasi peningkatan teknik dasar para peserta MLSC. Menurutnya, kualitas yang ditunjukkan para pemain muda ini mendukung target Timnas Putri Indonesia menuju Piala Dunia Wanita 2035.
Penilaian tersebut sejalan dengan format kompetisi yang menekankan pengembangan keterampilan dasar, bukan sekadar hasil akhir. Para pelatih sekolah dilibatkan langsung dalam proses pembinaan selama persiapan turnamen.
MLSC Seri 1 2026-2027 di Jakarta dan Yogyakarta menjadi penanda bergulirnya musim baru kompetisi sepak bola putri usia dini. Seri berikutnya diharapkan melanjutkan pencarian bakat dari berbagai daerah lain di Indonesia.