Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyalurkan bantuan 2.000 benih ikan nila merah kepada 10 kelompok budi daya dan kelompok masyarakat di Kabupaten Sigi untuk memperkuat kemandirian ekonomi warga berbasis perikanan air tawar. Bantuan didistribusikan dengan takaran 200 ekor benih per kantong untuk masing-masing kelompok penerima. Pemprov menyiapkan tim pengawas dan penyuluh perikanan yang mendampingi penerima hingga masa panen tiba.
SIGI — Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah Yopie Patiro menyatakan penerima bantuan meliputi 10 kelompok, terdiri atas empat kelompok budi daya dan enam kelompok masyarakat. Penyaluran dipusatkan di Kabupaten Sigi dengan pertimbangan banyaknya fasilitas unit pembenihan rakyat di wilayah tersebut.
"Untuk bantuan benih ini didistribusikan dengan takaran 200 ekor benih per kantong untuk masing-masing kelompok penerima dengan total 2.000 benih ikan yang berikan kepada masyarakat," kata Yopie di Sigi, Sabtu.
Pemilihan benih ikan nila merah mempertimbangkan efisiensi biaya serta kemudahan pemeliharaan dan perawatan. Yopie menyebut pertimbangan itu membuat budi daya ikan nila merah lebih terjangkau bagi masyarakat.
"Untuk pemilihan benih ikan nila merah ini dengan mempertimbangkan efisiensi biaya dan kemudahan pemeliharaan serta perawatannya sehingga dapat dijangkau oleh masyarakat," ujar dia.
Siklus budi daya ikan nila merah hingga siap panen membutuhkan waktu sekitar empat bulan. Rentang waktu itu dihitung sejak benih ditebar hingga bobot ikan memenuhi ukuran panen.
Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng menyiapkan tim pengawas dan penyuluh perikanan untuk mendampingi kelompok penerima bantuan. Pendampingan dilakukan secara berkala sampai masa panen tiba.
"Tentunya ini memang program bersama Dinas Kelautan dengan teman-teman penyuluh perikanan dari kementerian termasuk juga dengan salah satu kelompok budi daya masyarakat," katanya.
Yopie menambahkan program ini melibatkan penyuluh perikanan dari kementerian dan kelompok budi daya masyarakat setempat. Kolaborasi itu disebut untuk memastikan bantuan benih terkelola sesuai kaidah budi daya air tawar.
Pemprov Sulteng sebelumnya menebar 4.000 benih ikan nila merah di Desa Sibedi, Kabupaten Sigi. Penebaran itu diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.
Langkah tersebut juga ditempuh untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga ikan laut di wilayah Sigi. Budi daya air tawar diharapkan menjadi sumber protein alternatif bagi warga saat harga ikan laut melonjak.
Kabupaten Sigi kini menjadi pusat penyaluran dan distribusi bantuan benih ikan air tawar di Sulawesi Tengah. Fasilitas unit pembenihan rakyat yang tersebar di wilayah itu menopang peran tersebut.