PALU — Pelantikan dan pengukuhan Pengurus Kadin Sulawesi Tengah periode 2026-2031 menjadi momen bagi dunia usaha daerah menegaskan posisinya. Forum Business Matching yang digelar bersamaan di Hotel Grand The Syah Palu menghadirkan Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novian Bakrie. Dalam forum itu, trilogi Kolaborasi, Investasi, dan Inovasi diusung sebagai instrumen kelembagaan, bukan sekadar jargon seremoni bisnis.
Bank Indonesia merilis Laporan Perekonomian Provinsi Sulawesi Tengah edisi Mei 2026. Ekonomi Sulawesi Tengah tumbuh 8,32 persen secara tahunan pada Triwulan I 2026, tetap tinggi namun melambat dari 9,43 persen pada triwulan sebelumnya. Ledakan hilirisasi mineral membuat daerah ini kerap disebut tumbuh jauh melampaui rata-rata nasional.
Anindya Bakrie menyebut sekitar 92 persen PDB nasional digerakkan oleh denyut dunia usaha, sementara belanja pemerintah hanya menyumbang porsi sisanya. Data itu kerap dipakai menegaskan independensi Kadin dari APBN dan APBD. Namun ada sisi lain yang perlu dicermati: jika dunia usaha memang mesin utama perekonomian, cara mesin itu dirancang akan menentukan wajah kesejahteraan daerah.
Pertumbuhan berbasis pertambangan dan industri smelter nikel di Sulawesi Tengah, dengan penanaman modal asing yang padat modal, berpotensi membentuk enclave growth bila tidak diintervensi secara kelembagaan. Istilah itu merujuk pada kantong pertumbuhan tinggi yang terisolasi dari ekonomi lokal di sekitarnya. Rantai pasok, tenaga kerja terampil, dan sebagian besar nilai tambah justru berasal dan mengalir kembali dari luar daerah, termasuk dari wilayah remote area Morowali dan Morowali Utara.
Investasi hilirisasi nikel pada kawasan industri besar masuk dengan melibatkan tenaga kerja, kebutuhan logistik, katering industri, fabrikasi ringan, hingga jasa penunjang. Semua lini itu cenderung diisi pemain yang sudah punya skala dan jejaring, bukan otomatis oleh UMKM Sulawesi Tengah. Tanpa kewajiban kemitraan yang eksplisit, nilai tambah hilirisasi bisa besar di atas kertas PDB nasional dan PDRB regional, tetapi tipis dampaknya pada pendapatan rumah tangga lokal.