Lapas Luwuk Tanam Dalundung dan Rawat Jagung di Lahan SAE, Hasil Panen Sokong PNBP hingga Premi Warga Binaan

Penulis: Eko Saputro  •  Jumat, 18 September 2026 | 05:16:31 WIB

BANGGAI — Kegiatan pertanian di lahan SAE Lapas Luwuk tidak sekadar mengisi waktu warga binaan. Penanaman, pembersihan lahan, penggemburan tanah, hingga perawatan tanaman rutin dilakukan dengan pengawalan ketat petugas. Semua proses itu menjadi bagian dari pembinaan kemandirian sekaligus memberi pengalaman praktis di bidang pertanian.

Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahrun, menegaskan program ini dirancang agar berjalan terus, bukan sekadar menghasilkan produk pertanian musiman.

"Kami ingin kegiatan ini terus berkelanjutan, bukan hanya menghasilkan produk pertanian, tetapi juga menjadi sarana pembinaan yang memberikan keterampilan dan pengalaman kerja bagi Warga Binaan," ujar Bahrun.

Pendampingan Harian Petugas di Lahan SAE

Petugas pengawas lahan SAE, Putu Indra, menyebut pendampingan dilakukan setiap hari untuk memastikan pengelolaan lahan berjalan optimal dan aman. Arahan diberikan mulai dari penyiapan lahan sampai perawatan tanaman.

"Setiap harinya kami mendampingi dan mengarahkan Warga Binaan, mulai dari penyiapan lahan hingga perawatan tanaman. Kami memastikan proses ini berjalan dengan kedisiplinan tinggi, sehingga Warga Binaan tidak hanya bekerja, tetapi benar-benar menyerap teknik pertanian yang baik dan benar," ungkap Indra.

Seorang warga binaan berinisial K mengaku bersyukur bisa terlibat langsung dalam pengelolaan lahan SAE. Menurutnya, kegiatan itu mengajarkan disiplin dan tanggung jawab terhadap pekerjaan yang diberikan.

"Melalui kegiatan ini kami belajar menanam dan merawat tanaman dengan baik. Kami juga belajar disiplin dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang diberikan. Semoga keterampilan ini bisa menjadi bekal saat kembali ke masyarakat," ujar K.

Hasil Panen Disalurkan ke Pasar hingga Ruang Kunjungan

Hasil pertanian dari lahan SAE tidak menumpuk di dalam lapas. Produk itu dimanfaatkan untuk kebutuhan bahan makanan (BAMA) melalui vendor, dijual di ruang kunjungan, serta disalurkan ke pasar tradisional.

Dari penjualan tersebut, hasilnya dipakai mendukung pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), premi sebagai hak warga binaan, serta menunjang kebutuhan operasional kegiatan pembinaan.

Pengembangan pertanian berkelanjutan di Lapas Luwuk menjadi salah satu cara mendukung program ketahanan pangan sekaligus menyiapkan warga binaan punya bekal keterampilan saat kembali ke masyarakat.

Reporter: Eko Saputro
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top