Film Dokumenter Musk Tayang Perdana di Toronto, Gibney Serukan Perlawanan

Penulis: Deni Kurniawan  •  Selasa, 15 September 2026 | 20:32:01 WIB
Sutradara Alex Gibney menghadiri penayangan perdana film dokumenter Musk di Toronto Film Festival.

SULAWESI TENGAH — Dokumenter berjudul Musk garapan sutradara Alex Gibney akhirnya tayang perdana di North America melalui Toronto Film Festival (TIFF), Senin malam waktu setempat. Ini menjadi penayangan perdana setelah sebelumnya film tersebut lebih dulu diputar di Venice Film Festival pekan lalu.

Penonton yang hadir di TIFF menyambut film dengan tepuk tangan meriah. Salah satu penonton, Katie Drummond, Global Editorial Director Wired yang juga menjadi narasumber dalam film, mengaku terkesan dengan cakupan dokumenter tersebut.

"Saya merasa sangat kewalahan. Dan itu sebuah pujian," kata Drummond dari atas panggung, berdiri di samping Gibney.

"Yang paling menonjol bagi saya adalah betapa luasnya jangkauan dan kekuasaan Musk sebenarnya," tambahnya.

Isi dan Fokus Dokumenter

Musk merupakan hasil produksi selama lebih dari tiga tahun, termasuk syuting tambahan saat Musk berada di Washington pada 2024. Film ini menyoroti pengaruh ekonomi dan sosial Musk yang kontroversial, mulai dari kecerdasan buatan, media sosial, otomotif, hingga luar angkasa.

Salah satu bagian penting dalam film ini membahas periode empat bulan Musk di pemerintahan melalui DOGE. Bagian tersebut mengangkat dugaan pengumpulan data pribadi puluhan juta warga Amerika Serikat yang berpotensi digunakan untuk kepentingan politik.

Gibney menyebut Musk sebagai "presiden bayangan Amerika Serikat" saat berbicara di atas panggung.

"Saya pikir kita menyadari bahwa beberapa miliarder mencoba mengendalikan dunia dan kita harus berdiri dan melawan," ujar Gibney.

Tanggapan dan Perdebatan

Sesi tanya jawab setelah pemutaran berlangsung dinamis. Seorang pendukung Musk sempat bertanya kepada Gibney apakah ia lebih memilih hidup di dunia tanpa pencapaian Elon Musk.

Gibney menanggapi dengan mempertanyakan narasi tersebut. Ia menegaskan Tesla tidak didirikan oleh Musk dan SpaceX dibangun oleh banyak insinyur berbakat.

Pengacara Musk, Alex Spiro, sebelumnya mengirim surat kepada pembuat film pekan lalu. Dalam surat itu, Spiro menyatakan pihaknya menyesalkan sikap tim produksi yang menolak melakukan verifikasi fakta bersama mereka.

"Karena Anda telah menolak menayangkan film tersebut, menolak memverifikasi faktanya dengan kami, dan menolak saksi-saksi yang datang kepada Anda, kami sangat yakin film ini mengandung pernyataan lebih lanjut tentang Musk yang Anda tahu salah," tulis Spiro.

Gibney mengaku telah memverifikasi beberapa detail bersama anggota tim Musk. Namun, ia tidak menawarkan penayangan film kepada Musk sebelum rilis, sesuai tradisi jurnalisme yang tidak memberikan karya kepada subjek sebelum dipublikasikan.

Jadwal Rilis dan Peluang Oscar

Musk akan tayang di bioskop New York dan Los Angeles pada 9 Oktober 2025. Film ini kemudian akan diputar di kota-kota besar lainnya pada 16 Oktober 2025.

Distributor Bleecker Street memajukan jadwal rilis satu pekan setelah A24 mengumumkan akan merilis dokumenter Nathan Fielder dan Lance Oppenheim berjudul You Can See Everything pada 16 Oktober.

Setelah masa tayang di bioskop, film ini akan masuk ke jendela pay VOD selama empat bulan sebelum ditayangkan di HBO pada kuartal pertama 2027.

Dokumenter ini juga diproyeksikan masuk dalam bursa penghargaan. Musk digadang-gadang menjadi favorit nominasi Best Documentary dan Original Song melalui lagu penutup karya David Byrne. Ada pula kemungkinan film ini masuk kategori Best Picture, meski belum ada dokumenter yang pernah meraih nominasi tersebut sepanjang sejarah Oscar.

Dengan durasi empat jam, Musk menawarkan pengalaman menonton yang menantang bagi penonton bioskop. Namun, bagi industri dokumenter, film ini menjadi salah satu rilisan paling dinanti tahun ini.

Reporter: Deni Kurniawan
Sumber: hollywoodreporter.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top