DKP Sulawesi Tengah Perkuat 2 Pelabuhan Perikanan di Banggai Laut dan Morowali, Anggaran Rp 7,62 Miliar

Penulis: Budi Santoso  •  Sabtu, 12 September 2026 | 10:29:01 WIB
Pelabuhan Perikanan Matoto di Banggai Laut yang telah beroperasi dengan alokasi anggaran Rp 1,62 miliar.

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah memperkuat infrastruktur Pelabuhan Perikanan Matoto di Kabupaten Banggai Laut dan Pelabuhan Perikanan Lafeu di Kabupaten Morowali guna mendongkrak produktivitas nelayan. Penguatan itu bagian dari program Berani Tangkap Banyak, dengan total alokasi anggaran kedua pelabuhan mencapai Rp 7,62 miliar. Produksi perikanan tangkap Sulteng pada 2025 tercatat 328.393,08 ton, naik sekitar 20,8 persen dari 271.865,95 ton pada 2024.

PALU — Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan DKP Provinsi Sulawesi Tengah, Mohammad Syafar, menyatakan perbaikan dua pelabuhan perikanan itu untuk mendukung program Berani Tangkap Banyak.

Program tersebut merupakan bagian dari Berani Makmur yang diarahkan mendukung peningkatan produktivitas serta kesejahteraan nelayan.

"Untuk mendukung program Berani Tangkap Banyak, kami melakukan perbaikan pelabuhan perikanan," kata Syafar di Palu, Jumat.

Berapa Anggaran untuk Masing-Masing Pelabuhan?

Pelabuhan Perikanan Matoto di Kabupaten Banggai Laut mendapat alokasi anggaran Rp 1,62 miliar dan telah beroperasi.

Pelabuhan Perikanan Lafeu di Kabupaten Morowali mendapat anggaran Rp 6 miliar. Pengerjaannya belum tuntas.

"Pelabuhan Perikanan Lafeu saat ini baru kami mampu bangunkan gedung perkantorannya, belum ada sarana pelabuhannya, sarana jetty dan lain-lain," ujar Syafar.

Produksi Perikanan Tangkap Sulteng Naik 20,8 Persen

Capaian DKP Sulteng mencatat produksi perikanan tangkap 2025 sebanyak 328.393,08 ton. Angka itu naik sekitar 20,8 persen dibandingkan produksi 2024 yang mencapai 271.865,95 ton.

Kabupaten Donggala menyumbang produksi tertinggi pada 2025 dengan 80.180,70 ton. Disusul Morowali 40.225,30 ton, Banggai Laut 37.438,88 ton, Parigi Moutong 31.534,10 ton, dan Banggai 29.240,50 ton.

Bantuan Sarana Produksi untuk Kelompok Nelayan

Selain pembangunan infrastruktur pelabuhan, dukungan program Berani Tangkap Banyak diwujudkan melalui pemberian bantuan sarana produksi kepada kelompok nelayan.

Bantuan itu untuk mendorong peningkatan hasil tangkapan. Syafar menyebut penguatan infrastruktur menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan produksi perikanan tangkap yang turut mendukung perekonomian dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: sulteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top