SULAWESI TENGAH — Jakarta – Keputusan membeli rumah kini tidak lagi sekadar soal lokasi dan bentuk hunian. Bagi generasi Z dan milenial, kemampuan membayar cicilan, pilihan skema pembiayaan, dan akses informasi properti jadi pertimbangan yang sama pentingnya. Hal inilah yang menjadi salah satu fokus Harpropnas Fest 2026, ajang tahunan yang telah digelar sejak 2018 dan tahun ini resmi dibuka Rabu (9/9).
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mendukung acara tersebut melalui balé by BTN, super app yang menyediakan fitur Bale Properti. Fitur ini mengintegrasikan berbagai kebutuhan dalam proses pencarian hingga pembelian hunian. Rumah123, platform properti yang bernaung di bawah 99 Group, turut mendukung penyelenggaraan.
SEVP Digital Business BTN Thomas Wahyudi mengatakan, sinergi BTN dengan Rumah123 memberi alternatif lebih luas bagi masyarakat yang sedang mempersiapkan kepemilikan rumah. Calon pembeli dapat mencari properti sekaligus memperkirakan kemampuan keuangan sebelum menentukan pilihan pembiayaan.
"Di sini konsumen, Gen Z, milenial bisa punya opsi yang sangat leluasa. Dari mencari rumah idaman sampai melihat kemampuan finansialnya," ungkap Thomas.
Melalui fitur Bale Properti, calon nasabah bisa mencari properti, menghitung simulasi pembiayaan, mengajukan KPR, hingga memantau perkembangan pengajuan sampai proses persetujuan. Layanan juga mencakup kebutuhan perlengkapan dan furnitur melalui sejumlah mitra.
Thomas menambahkan, ada sejumlah hal yang perlu diperhitungkan sebelum mengambil KPR selain harga rumah dan lokasi. Calon debitur perlu memperhatikan biaya hidup, kebutuhan transportasi, serta besaran cicilan bulanan. Secara umum, porsi cicilan bisa berada di sekitar 30 persen dari pendapatan, meski angka itu bukan patokan mutlak karena bergantung pada kondisi keuangan masing-masing.
BTN memperluas akses layanan pembiayaan lewat kanal digital. Layanan perbankan tidak lagi hanya mengandalkan kantor cabang dan service center, tetapi juga memanfaatkan platform digital. Pendekatan yang digunakan menggabungkan layanan online-to-offline dan offline-to-online.
"Kalau Gen Z biasanya digital savvy, mereka bisa menggunakan layanan online. Tapi kalau ingin bertemu langsung, kami juga punya cabang dan service center," jelas Thomas.
Pengembangan layanan digital BTN, kata Thomas, didasarkan pada perubahan kebutuhan konsumen, khususnya generasi muda. Strategi ini tidak hanya berorientasi pada produk perbankan, tetapi juga pada kebutuhan nasabah.
"Kami membangun bukan dari product centric, tetapi dari customer need. Kebutuhannya apa, dari situ kami membangun," katanya.
CEO 99 Group Darius Cheung menilai, membeli rumah merupakan keputusan finansial besar. Karena itu, Rumah123 berupaya memperluas perannya dari sekadar platform pencarian properti menjadi bagian dari perjalanan konsumen menuju kepemilikan rumah.
"Rumah123 ingin menemani masyarakat dalam setiap tahap perjalanan menuju kepemilikan rumah, mulai dari menemukan pilihan hingga mengakses solusi pembiayaan," kata Darius.
CMO 99 Group Bharat Buxani menambahkan, kebutuhan calon pembeli rumah sangat beragam. Sebagian berada pada tahap awal mencari properti, sementara lainnya sudah menghitung kemampuan finansial atau membutuhkan solusi terkait KPR yang sedang berjalan.
"Melalui Harpropnas Fest 2026, kami ingin menghadirkan pengalaman yang membuat perjalanan menuju rumah terasa lebih mudah, dekat, dan menyenangkan," ujarnya.
Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana dan Prasarana Permukiman Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Ronny Ariuly Hutahayan, menilai peningkatan akses masyarakat terhadap hunian membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Ekosistem perumahan perlu menghubungkan aspek penyediaan rumah, pembiayaan, hingga ketersediaan informasi.
"Akses terhadap hunian yang layak membutuhkan dukungan ekosistem yang saling terhubung, mulai dari penyediaan hunian, pembiayaan, hingga informasi," ujarnya.
Harpropnas Fest 2026 juga menghadirkan pameran properti dan layanan konsultasi pembiayaan. Pengunjung dapat menemukan berbagai alternatif, mulai dari rumah baru dan rumah second hingga KPR take over serta rumah lelang. Sejumlah kegiatan publik disiapkan, mulai dari talkshow, kompetisi menyanyi dan tari, workshop kreatif, kegiatan anak, mat pilates, hingga pertunjukan musik.
Pengunjung juga dapat mengikuti lelang peralatan rumah tangga setiap hari mulai pukul 19.00 WIB, dengan harga pembukaan mulai Rp10 ribu. Staf Ahli Bidang Pendanaan dan Pembiayaan Kementerian Ekonomi Kreatif, Restog Krisna Kusuma, berharap rangkaian kegiatan itu tidak hanya menjadi ruang mencari properti dan solusi pembiayaan, tetapi juga tempat masyarakat berkonsultasi dan menghabiskan waktu bersama keluarga.
Bagi BTN, langkah ini memperkuat posisinya di segmen KPR yang selama ini menjadi bisnis inti perseroan. Pendekatan berbasis kebutuhan nasabah, bukan sekadar produk, menjadi kunci menjangkau generasi muda yang semakin melek digital dalam mewujudkan rumah pertama mereka.