Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mengajukan usulan pemenuhan sarana dan prasarana (sarpras) kesehatan prioritas kepada Kementerian Kesehatan. Usulan ini mencakup penyediaan ruang VVIP di rumah sakit daerah hingga ambulans rujukan untuk mengoptimalkan layanan bagi masyarakat. Data kebutuhan dari seluruh puskesmas dan rumah sakit telah dikumpulkan secara terpadu oleh Dinas Kesehatan setempat.
SIGI — Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi telah mengumpulkan data kebutuhan prioritas dari 19 puskesmas dan dua rumah sakit yang tersebar di 16 kecamatan. Pendataan ini dilakukan menyusul instruksi Bupati Sigi agar seluruh dokumen pendukung siap sebelum anggaran dari pemerintah pusat diturunkan.
Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae menyampaikan bahwa usulan yang diajukan ke Kementerian Kesehatan telah dipetakan berdasarkan skala kedaruratan. "Tentunya tidak semua usulan bisa diakomodasi sekaligus, sehingga kami memetakan mana yang paling menjadi skala prioritas mendesak, apakah peralatan medisnya atau fisik bangunannya," ujarnya di Bora, Rabu.
Sejumlah kebutuhan mendesak masuk dalam daftar usulan Pemkab Sigi tahun ini. Beberapa di antaranya menjadi perhatian utama karena berkaitan langsung dengan layanan rujukan pasien.
Pengumpulan data kebutuhan sarpras dibuat terstruktur agar Kementerian Kesehatan bisa langsung melakukan verifikasi di titik-titik yang membutuhkan penanganan mendesak. "Kami sudah minta seluruh puskesmas dan rumah sakit melalui Dinas Kesehatan untuk menyiapkan data kebutuhan prioritas. Data ini kami kumpulkan secara terpadu agar saat anggaran dari pusat diturunkan, seluruh dokumen pendukung sudah siap," kata Rizal.
Seluruh data kebutuhan puskesmas dan rumah sakit kini telah terkumpul dan siap diserahkan kepada Kementerian Kesehatan. Langkah ini diambil untuk mempercepat proses pencairan anggaran ketika keputusan dari pusat keluar.
Kabupaten Sigi saat ini mengoperasikan dua rumah sakit, yakni RSUD Torabelo di Desa Sidera, Kecamatan Sigi Kota, dan RS Kauria di Kecamatan Kulawi. RSUD Torabelo sendiri memiliki 20 dokter ahli yang bertugas melayani pasien rujukan dari puskesmas di wilayah tersebut.
Rizal berharap dengan adanya tambahan sarpras ini, kualitas layanan kesehatan dasar di tingkat puskesmas hingga fasilitas rujukan di rumah sakit daerah dapat meningkat secara signifikan. Peningkatan ini dinilai penting mengingat akses layanan kesehatan menjadi salah satu indikator utama kesejahteraan masyarakat di daerah penyangga ibu kota provinsi tersebut.